JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terkuak, Mobil Panther Yang di Dalamnya Ada Mayat Perangkat Desa Tenggak Sragen, Ternyata Bukan Milik Korban. Polisi Sempat Periksa Pemilik Mobil!

Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di mobil yang ditumpangi Perangkat Desa Tenggak dan ditemukan meninggal di dalamnya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pihak kepolisian mengungkap mobil Panther AD 8506 BY yang dikendarai Aris Wijayanto (30) perangkat desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, ternyata bukan mobil almarhum.

Akan tetapi mobil itu diketahui merupakan milik tetangga yang dipinjam almarhum beberapa hari sebelum kejadian.

Aris ditemukan tewas di mobil terparkir di depan kantor BRI Duyungan, Sidoharjo, Minggu (3/1/2021) malam. Saat ditemukan posisinya sudah tidak bernyawa di jok depan dalam kondisi semua kaca tertutup.

“Mobil yang dikemudikan korban memang bukan miliknya. Tapi milik tetangga. Juga sudah kami mintai keterangan dan tidak ada kejanggalan apapun. Mobil itu memang sering dipinjam almarhum,” papar Kapolsek Sidoharjo, AKP Agung Ari Purnowo mewakili Kapolres AKBP Yuswanto Ardi, Selasa (5/1/2021).

Dari keterangan kerabat almarhum, Kapolsek menyebut juga tidak ada kejanggalan.

Selain itu, pihaknya memastikan dari hasil visum, tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

Hasil pemeriksaan fisik juga tidak ditemukan indikasi mengarah kejanggalan pada kematian perangkat desa itu.

Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk menguak penyebab pasti yang memicu meninggalnya almarhum.

“Kalau dari hasil visum, sebenarnya tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Tapi ini masih kita selidiki karena yang bersangkutan masih muda dan meninggalnya kebetulan di waktu yang tidak pas (di dalam mobil terparkir),” paparnya.

Baca Juga :  Tambah 72 Warga Sragen Positif dan 4 Meninggal Dunia Hari Ini. Pasien Sembuh Tambah 70 Orang, Jumlah Kasus Positif Capai 3.920, Warga Meninggal Jadi 229

AKP Agung menguraikan untuk menguak tabir pemicu kematian, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit. Saat ini, baru akan dikoordinasikan kapan hasil otopsi keluar.

Sementara, dari hasil penyelidikan dan olah TKP, semua barang milik almarhum masih utuh.

Di antaranya tas, dompet berikut isinya masih lengkap dan tak ada yang hilang. Uang tunai di dompet masih ada dan semua kartu juga utuh. Termasuk HP juga masih ada di atas dasbor mobil.

Menurut Kapolsek, dari riwayat di HP, almarhum sempat terdeteksi menghubungi seseorang sebelum kejadian. Namun ia memastikan orang itu adalah teman almarhum.

“Di riwayat panggilan, sempat menelepon temannya. Laki-laki. Tapi nggak ada yang mencurigakan, teman almarhum. Sudah kita konfirmasi juga dan memang nggak ada suatu kejanggalan,” urai Agung.

Seperti diberitakan, Aris Wijayanto (30) itu ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Panther metalik bernopol AD 8506 BY.

Perangkat yang menjabat sebagai Kaur Perencanaan itu ditemukan kali peetana oleh Satpam BRI Duyungan, Bambang Triyanto (25) sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca Juga :  Update Covid-19 Sragen Hari Ini Tambah 70 Warga Positif dan 3 Meninggal Dunia. Total Kasus Jadi 3.990, Pasien Sembuh 3.379, Total Meninggal 232 Orang

Saat kali pertama ditemukan, perangkat yang berdomisili di DesaTenggak, Sidoharjo, Sragen itu sudah kaku di atas jok depan kemudi. Tidak ada orang lain dan mobil dalam keadaan tertutup rapat.

Data yang dihimpun di lapangan, mayat Aris ditemukan berkat kecurigaan Satpam melihat mobil terparkir hampir setengah jam di tepi jalan.

Karena curiga, Satpam BRI itu kemudian menghampiri. Saat pintu diketuk tidak ada jawaban. Kondisi pintu dan kaca yang semuanya tertutup makin membuatnya penasaran.

Saat dicek ternyata pengemudi sudah tergeletak di atas jok dan meninggal dunia.

“Iya benar dia perangkat desa kami. Menjabat Kaur Perencanaan. Tadi malam saya dapat kabar dari Pak Camat dan Kapolsek kalau ada perangkat saya yang ditemukan meninggal di dalam mobil terparkir di tepi jalan depan BRI Duyungan,” papar Kades Tenggak, Setyanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (4/1/2021).

Kades mengatakan sebelumnya tidak ada gejala atau gelagat bahwa almarhum dalam masalah. Ia pun tak menyangka jika almarhum meninggal di dalam mobil. Wardoyo