JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Karangan Bunga Sadis yang Viral dan Gegerkan Pernikahan Warga Masaran Sragen Ternyata Dikirim Member Arisan Online By Wida. Ada 500 Lebih Korban Tertipu Adiknya Pengantin Hingga Rp 1 Miliar Lebih!

Karangan bunga yang viral di pesta pernikahan warga Masaran Sragen. Ternyata dikirim dari member grup arisan online yang merasa tertipu jadi korban adik mempelai. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keberadaan karangan bunga sadis yang mengguncang pesta pernikahan warga Masaran, Sragen dan viral di media sosial, akhirnya terkuak.

Ternyata karangan bunga sadis bertuliskan ‘Selamat Menikah Kakaknya Mia Wida, Selamat Menikmati Uang Haram 1 M Hasil Nilep Arisan, Kapan Nih Dibayar Shay. Member Arisan By Wida’ itu dikirim dari grup arisan online.

Belakangan baru terkuak jika arisan online itu digalang dan dikelola oleh adik sang pengantin berinisial MI (23). Rupanya karangan bunga itu sengaja dikirim sebagai ungkapan kekesalan dari member arisan karena merasa tertipu.

Arisan yang dijalankan oleh MI sejak awal 2020, ternyata mendadak macet beberapa bulan lalu. Celakanya dana setoran ratusan member yang mencapai Rp 1 Miliar lebih kini tak jelas juntrungannya.

MI, mahasiswi sang leader arisan asal Masaran, justru kabur dari tanggungjawab dengan alasan uangnya juga ketilep dan tak bisa melanjutkan arisan.

Salah satu korban, Irene Junitasari (21) wirausahawan muda asal Ngrampal, Sragen menuturkan karangan bunga itu benar dikirimkan saat pesta pernikahan mempelai asal Desa Pringanom, Masaran pada 23 Desember lalu.

Dirinya pula yang didaulat menjadi delegasi untuk mengirimkan karangan bunga itu ke pernikahan kala itu.

Menurutnya karangan bunga itu dikirim untuk mempelai yang tak lain adalah saudara dari seorang mahasiswi berinisial MI (23). MI diketahui merupakan pengelola arisan online “By Wida” yang dirintis sejak awal 2020.

Baca Juga :  Lagi, 15 Warga Sragen Positif Terpapar dan 3 Meninggal Dunia Hari Ini. Jumlah Kasus Positif Lampaui 4.000, 3.499 Sembuh dan 239 Meninggal Dunia

Namun, rupanya belakangan arisan yang dikelola MI tak beres dan macet. Ada dana peserta arisan hampir Rp 1 miliar lebih tak bisa dipertanggungjawabkan dan justru pengelola lari dan menghindar.

“Yang nikah itu sebenarnya kakaknya (MI). Tapi kakaknya itu juga ada sangkut pautnya sama dia. Kalau nggak, nggak mungkin tahu semua pendataan arisan online yang dikelola dia. Nah kemarin pas nikahan makanya itu, memang member (anggota arisan) sepakat memesan karangan bunga itu Dari member sudah rundingan, perwakilannya memang saya yang datang ke nikahan itu,” ujar Irene kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (6/1/2021).

Irene menguraikan karangan bunga itu sengaja dikirim sebagai tumpahan kekecewaan anggota arisan karena merasa diperdaya oleh MI.

500 Lebih Member, Rp 1 Miliar Lebih

Tak tanggung-tanggung, menurut datanya, arisan online yang dikelola MI beranggotakan lebih dari 500 peserta. Mereka ada 3 grup dengan masing-masing grup berisi lebih dari 150 member.

“Setorannya bervariasi. Ada yang Rp 500.000, Rp 1 juta, 3 juta, Rp 5 juta, Rp 20 juta sampai Rp 50 juta juga ada. Kalau ditotal, ada lebih dari Rp 1 miliar yang dilarikan dan belum dikembalikan ke anggota. Kami sudah berulangkali menanyakan dan meminta tanggungjawab, tapi nggak ada itikad baik dan malah tanggapannya nggak baik,” urainya.

Baca Juga :  Innalillahi, Kapolsek Plupuh Sragen Kompol Marsidi Ternyata Meninggal Karena Positif Terpapar Covid-19. Sempat Alami Batuk Disusul Sesak Nafas Hebat

Perempuan muda yang juga wirausaha itu mengaku awalnya tertarik ikut arisan By Wida karena saudaranya. Dia dan saudaranya asal Tanon total sudah setor Rp 17 juta.

Namun belum sepeser pun uang kembali, justru pemimpin arisan malah membelot dan arisan berhenti tanpa kejelasan. Padahal masih ratusan anggota yang belum dapat arisan dengan setoran puluhan juta.

Karena tak ada itikad baik itulah, para anggota arisan yang merasa jadi korban, akhirnya sepakat melapor ke Polres Sragen.

Irene menyebut laporan dilakukan tanggal 9 November 2020 sebelum pesta pernikahan kakak MI. Keluhan para member yang jadi korban sempat diunggah di sosial media pada Desember kemarin dan berujung viral.

“Nah, setelah viral dan kami lapor polisi, baru si pengelola arisan ini mulai menunjukkan gelagat,” imbuh Irene.

Meski begitu, bentuk pertanggungjawabnya dinilai tidak memuaskan dan tak sesuai harapan. Uang belasan hingga puluhan juta dari setoran anggota akan diganti dengan mencicil Rp 20.000.

“Itu juga tidak ke semua anggota arisan dia bilang begitu. Kan itikadnya memang nggak mau tanggungjawab,” tandasnya.

Merasa jengkel dan MI yang makin menghindar, akhirnya member arisan berinisiatif urunan untuk mengirim karangan bunga tersebut. (*/Wardoyo)