JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Vaksinasi Covid-19 Nakes di Solo, Efek Samping Vaksin Berupa Rasa Nyeri, Pusing dan Mual, 42 Orang Ditunda Karena Ini

Ilustrasi vaksin Covid-19. Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 42 tenaga kesehatan (nakes) di Solo harus menunda penerimaan vaksin covid-19. Hal itu disebabkan beberapa kondisi dimana mereka belum bisa menerima vaksin covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, beberapa kondisi diketahui para nakes tersebut mengalami tekanan darah tinggi saat akan divaksin.

“Diantaranya karena tekanan darahnya tinggi. Maka tidak boleh divaksin dulum ditunda dan dijadwal ulang,” urainya, Senin (18/1/2021).

Sementara itu, hingga hari keempat pelaksanaan program vaksinasi covid-19, Senin (18/1/2021), proses vaksinasi berjalan lancar dan sebanyak 1.240 nakes telah disuntik vaksin.

“Respon nakes cukup bagus. Mudah-mudahan saja akan semakin lancar agar vaksinasi tahap pertama ini segera terlewati,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mau Mencicipi Kue Pukis Legendaris di Solo, Cobalah Mampir Pasar Gede

Sementara itu, DKK Solo terus mencatatkan efek samping yang mungkin ditimbulkan setelah penyuntikan vaksin covid-19 tersebut. Sampai saat ini, beberapa efek samping dilaporkan timbul diantaranya nyeri, pusing dan mual.

“Kebanyakan nyeri. Ada juga mual dan pusing, atau berdebar-debar. Sekecil apapun efek yang muncul tetap kita amati, kita rekap dan kita laporkan. Dan harapannya seluruh nakes yang telah divaksin mulai terbentuk antibodi,” tukasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menghimbau agar masyarakat tidak protes jika vaksin covid-19 diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes) terlebih dulu. Sebaliknya, kedatangan vaksin sinovac di Solo wajib disyukuri karena Kota Solo termasuk salah satu kota dari total tiga kabupaten/kota di Jawa Tengah yang didahulukan menerima vaksin.

Baca Juga :  Usai Dilantik Sebagai Wali Kota Solo, Gibran Akan Langsung Kerja, Kerja dan Kerja

Seperti diketahui, di kabupaten/kota penerima vaksin pertama di Jawa Tengah yaitu di Kabupaten Semarang, Kota Semarang dan Kota Solo. Namun demikian, Rudy menekankan Kota Solo menjadi kota awal penerima vaksin dengan pertimbangan jumlah kasus covid-19 yang cukup tinggi.

“Vaksin ini tiba di Solo harus disyukuri. Karena kita mendapatkan terlebih dulu dibandingkan kota/kabupaten lain. Bukan persoalan lain, tapi ini karena yang terpapar lebih banyak. Kalau yang terpapar lebih sedikit dan masyarakatnya kabut, lain ceritanya,” pungkasnya. Prihatsari