JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

46.000 Lansia di Yogyakarta Potensial Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekitar 46.000 kaum lanjut usia (Lansia) bakal menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 di Kota Yogyakarta.

Hal itu telah diancangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, yang telah melakukan pendataan beberapa waktu lalu.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, saat ini sebagian lansia telah masuk dalam data calon penerima vaksin.

Sesuai rencana, injeksi perdana untuk lansia dilakukan pada 1 Maret 2021 mendatang, dibarengkan dengan pelayan publik.

“Kita sedang pendataan. Memang, sebagian sudah terdaftar,  karena masuk (prioritas vaksinasi) tahapan ke dua. Tapi, lansia dan komorbid kan belum lama dapat izinnya, jadi banyak yang belum daftar,” tandasnya, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga :  IDI Masih Pertanyakan Vaksin Nusantara Buatan eks Menkes Terawan, Ini Masalahnya

Ia menyampaikan, untuk mempercepat proses pendataan, pihaknya menggandeng Komisi Daerah (Komda) Lansia Kota Yogyakarta.

Menurutnya, mereka mempunyai data akurat, mengenai jumlah warga lansia di setiap kelurahan.

“Komda Lansia sudah punya datanya, setiap kelurahan ada berapa dan siapa saja. Makanya, Pemkot, melalui Dinkes ya, meminta melakukan pendataan itu,” ungkapnya.

“Sekaligus, mendorong anggotanya melakukan pendaftaran (vaksinasi) lewat website yang telah ditentukan. Potensi yang kita miliki sekitar 46 ribuan lansia,” tambah Heroe.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengungkapkan, potensi lansia di wilayahnya memang cukup besar, atau menyentuh 10 persen dari total penduduk keseluruhan.

Tapi, lanjutnya, tak semua lansia berhak menerima vaksin jenis sinovac tersebut.

Baca Juga :  2 Nakes Meninggal Pasca Jalani Vaksinasi Covid-19, Ini Pesan Kemenkes

“Kisaran jumlahnya untuk lansia itu, sekitaran 40 ribu, tapi kan masih harus diskrining dulu, apakah mereka nanti bisa mendapatkan vaksin, atau tidak,” ujar Kadinkes.

Pihaknya pun terus menggencarkan sosialisasi vaksin pada kalangan lansia ini, agar mereka terdorong dan sesegera mungkin mendaftarkan diri.

Terlebih, imbuhnya, BPOM juga sudah mengeluarkan izin injeksi untuk para lansia di atas 60 tahun, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Sosialisasi kita lakukan setiap hari dengan mobil keliling itu. Kemudian kami pun di Dinkes, maupun Puskesmas, tiap hari kan juga dalam rangka promosi-promosi tentang situasi sekarang dan vaksinasi juga,” pungkasnya.

www.tribunnews.com