JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Alhamdulillah, Investor Besar Akan Bangun Pabrik Nugget dan Sosis di Desa Pagak Sumberlawang Sragen. Diproyeksikan Serap 3.000 Tenaga Kerja, Warga dan Pemdes Sambut Gembira

Lahan yang akan dibangun pabrik nugget dan sosis di Desa Pagak, Sumberlawang, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sempat kehilangan investor pabrik sepatu asal Korea, angin segar datang dari Sumberlawang. Berkah itu hadir untuk Desa Pagak dengan rencana pendirian pabrik nugget dan sosis di wilayah itu.

Kehadiran investor itu seolah menjadi pelipur lara setelah mimpi masuknya investor sepatu dengan 30.000 tenaga kerja di Desa Cepoko Sumberlawang dan Gading Tanon, pupus oleh penolakan warga.

Kabar menggembirakan itu tak lepas dari sikap welcome warga Pagak dan Pemdes setempat terhadap investasi ke desa itu.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , investor yang akan masuk ke Pagak akan mendirikan pabrik makanan daging olahan berupa nugget dan sosis.

Lokasinya berada di Dukuh Plosorjo, Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Rencananya, pabrik nugget dan sosis itu akan berdiri di atas lahan seluas 6 hektare dengan memanfaatkan tanah tegalan dan sawah tadah hujan.

Kepala Desa Pagak, Solekhan membenarkan jika lokasi pembangunan pabrik tersebut akan berdiri wilayahnya di Jalan Raya Solo – Purwodadi tepatnya di Kampung Plosorjo, timur SPBU Karang Tengah.

,”Iya benar ada investor yang masuk di desa kami, bakal berdiri pabrik nugget dan sosis di desa pagak. Alhamdulillah juga ini pembebasan lahanya juga sudah selesai lahan sudah dibeli dari warga,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (25/2/2021).

Baca Juga :  Breaking News: Polres Sragen Nyatakan Mayat Sartikawati di Waduk Kembangan Adalah Korban Pembunuhan!
IMG 20210225 WA0039
Kades Pagak, Solekhan. Foto/Wardoyo

Kades bersahaja itu menguraikan menurut proyeksi, pabrik itu nantinya diperkirakan bakal menyerap 3.000 tenaga kerja dengan prioritas utama warga di desanya.

Karenanya, warga pun antusias mendukung lantaran kehadiran pabrik itu akan mengurangi angka pengangguran di wilayahnya.

Di sisi lain, dampak multiplier efek dari pabrik itu diharapkan bisa menumbuhkan roda perekonomian sehingga ke depannya bisa meningkatkan kesejahteraan warga.

“Tentu ini sangat positif. Karena pastinya banyak anak muda yang belum bekerja akan bisa bekerja di wilayah sendiri tanpa harus merantau di kota kota besar. Karena rencananya bakal menyerap 3.000 tenaga kerja,” urainya.

Solekhan menyampaikan masuknya investor itu pun juga penuh perjuangan panjang. Diawali dari kerja keras tim pembebasan lahan dalam menyosialisasikan investor yang masuk di Pagak secara intensif hingga membuat warga akhirnya tergerak untuk mendukung dan melepaskan lahannya untuk investor.

Baca Juga :  Meninggal Malam Minggu, Perangkat Desa Kecik Jadi Korban Tewas ke-14 di Sragen yang Kesetrum Jebakan Tikus. Ini Fakta Lengkapnya!

“Iya di awal-awal, dikira kami adalah makelar atau blantik. Padahal saya dan tim tulus membantu masyarakat dan kami juga tidak meminta apapun dari masyarakat, tapi itu menjadi kebanggaan bagi kami dan tim. Dulu aja minta foto copy KTP dan KK aja sulitnya minta ampun harus kita lakukan pendekatan persuasif dan pokonya perlu tenaga ekstra untuk memahamkan masyarakat. Alhamdulillah akhirnya semunya paham akan manfaat pabrik tersebut dan mau tanahnya dibeli,” tukasnya.

Ia menambahkan proses pembayaran ganti rugi lahan saat ini sudah selesai. Namun, untuk proses pembangunan pabrik belum bisa dipastikan. Selama proses pembangunan nanti diharapkan juga memaksimalkan tenaga kerja dari warga sekitar.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sragen, Tugiyono mengaku sejauh ini memang belum menerima berkas permohonan izin pendirian pabrik di Pagak itu.

Karenanya demi kelancaran, pihaknya berharap agar investor segera mengurus berkas permohonan izin.

Secara prinsip, menurutnya Pemkab akan mendukung masuknya investor asalkan sesuai dengan zonasi wilayah serta berdampak positif bagi masyarakat maupun perekonomian warga. Wardoyo