JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Awas, Peringatan BMKG Semua Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Petir!

Sejumlah pengendara motor terpaksa menuntun kendaraannya karena terjebak banjir bandang di ruas jalan raya Solo-Purwodadi tepatnya di Banaran, Kalijambe, Sragen, Jumat (12/2/2021). Foto/Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan seluruh wilayah Indonesia masih berpotensi hujan hingga sepekan ke depan.

Intensitas hujannya lebat disertai kilat dan angin kencang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan gelombang tinggi,” kata Dwikorita lewat siaran pers, Sabtu, 20 Februari 2021.

Prediksi BMKG soal hujan lebat itu mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, kemudian hampir semua wilayah di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Baca Juga :  Muhammadiyah Terbitkan Surat Edaran Ibadah Ramadan 1442 Hijriah, Pasien Positif Covid-19 dan Tenaga Kesehatan Tidak Diwajibkan Puasa

Masyarakat diajak terus memantau informasi yang dikeluarkan oleh BMKG.
Sementara itu Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG, Edison Kurniawan mengatakan, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen selama sepekan ke depan.

Prediksinya di sebagian Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara barat.

Baca Juga :  Perhatian, Satgas Pusat Resmi Terbitkan SE Larangan Mudik. Nekat Mudik Wajib Dikarantina 5 Hari, Semua Kegiatan Kerumunan Dilarang, Berikut Aturan Lengkapnya!

Selain itu di sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan bagian barat, Maluku, sebagian Papua, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Sawu, Selat Makassar, Laut Sulawesi.

Pertumbuhan awan Cumulonimbus, kata BMKG, juga berpotensi di atas Laut Maluku, Laut Halmahera, Perairan barat Papua Barat, Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga Nusa Tenggara Timur, Samudera Pasifik utara Papua dan Laut Arafuru.

www.tempo.co