JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fenomena Miris di Sragen, 36 Warga Tewas Bunuh Diri. Mayoritas Nggantung hingga Terjun dari Jembatan, dari Faktor Ekonomi hingga Diputus Pacar!

Tim Inafis Polres dan Polsek saat melakukan evakuasi dan olah TKP korban gantung diri di Banyurip, Sambungmacan, Sragen, Minggu (31/1/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus bunuh diri di Sragen terbilang cukup memprihatinkan. Selama kurun setahun terakhir 2020 hingga dua bulan awal 2021 ini, tercatat sudah 36 warga Bumi Sukowati memutuskan mengakhiri hidupnya secara harakiri atau bunuh diri.

Ironisnya lagi, mayoritas kasus bunuh diri itu dilakukan dengan gantung diri dan nyebut ke sungai atau terjun dari jembatan.

Motif kesulitan ekonomi dan depresi akibat sakit berkepanjangan menjadi faktor paling dominan yang melatarbelakangi aksi bunuh diri tersebut.

Fakta itu terungkap dari hasil analisa dan evaluasi (Anev) kasus tahunan yang terekam di Polres Sragen tahun 2020 dan awal 2021.

Baca Juga :  Rekeningnya Dibobol Rp 34 Juta Gara-Gara Email, Jumiatun Bakal Gugat BRI

Berdasarkan paparan Anev 2020 yang disampaikan Humas Polres Sragen, sepanjang tahun 2020 tercatat ada 32 kasus bunuh diri terjadi di Bumi Sukowati.

Kemudian selama kurun Januari-Februari 2021 ini, sudah ada empat warga Sragen yang kembali mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

“Mayoritas karena depresi sakit menahun tak kunjung sembuh. Ada pula yang karena faktor ekonomi dan permasalahan lain. Dari modusnya rata-rata gantung diri, tapi sebagian juga ada yang terjun ke sungai,” papar Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Suwarso mewakili Kapolres AKBP Yuswanto Ardi, Rabu (24/2/2021).

Pada 2020, yang menjadi sorotan adalah banyaknya kasus bunuh diri dengan terjun dari Jembatan Sapen, di Desa Tanggan, Gesi.

Baca Juga :  Viral Ini Video Kapolresta Peraih Penghargaan Kapolri Bungkam Pengacara Kondang Hotman Paris!

Tercatat ada empat kasus bunuh diri terjun dari Jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Sragen dengan Sragen Utara itu.

Kemudian yang paling tragis adalah tewasnya mahasiswa asal Dukuh Pojok, Desa Plupuh, Kecamatan Plupuh, Sragen, Apriyanto Yuda (21) pada awal Desember 2020.

Ia nekat gantung diri usai diputus pacarnya. Mahasiswa semester tujuh itu sebelumnya sempat kirim pesan whatsapp (WA) ke pacarnya dan kemudian terlibat percekcokan antara korban dan pacarnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com