JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Bajak Sawah Tetangga, Warga Tangen Sragen Eko Haryanto Mendadak Lemas Kejang-Kejang Lalu Tewas. Keluarga Langsung Syok Berat

Warga saat membantu menolong korban pembajak sawah yang mendadak lemas dan kemudian meninggal dunia, Minggu (21/2/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib tragis menimpa Eko Haryanto (37). Warga asal Dukuh Jekawal RT 09, Desa Jekawal, Kecamatan Tangen itu meninggal saat membajak sawah milik Pak Narto asal Made, Minggu (21/2/2021) petang.

Korban mendadak meninggal setelah sebelumnya lemas lalu kejang-kejang. Sempat dikeroki dan hendak dibawa ke Puskesmas, nyawanya tetap tak terselamatkan.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden itu terjadi pukul 16.05 WIB. Menurut keterangan warga dan hasil olah TKP kepolisian, kejadian bermula ketika korban membajak sawah milik Pak Narto yang ada di Dukuh Karang Mojo 10, Desa Japoh, Jenar.

Korban membajak dengan traktor. Lahan itu dibajak untuk persiapan menanam bawang merah.

Baca Juga :  Hajatan Masih Dikekang, Puluhan Seniman dari 35 Daerah se-Jawa Tengah Gelar Aksi Protes Pemberlakuan PPKM Mikro. Desak Presiden Jokowi dan Pemerintah Daerah Beri Kelonggaran!

Saat tengah membajak, mendadak korban berasa lemas dan keluar keringat dingin. Ia kemudian memutuskan istirahat.

Saat itu, Pak Narto kebetulan juga ada di sawah sembari menunggui proses pembajakan. Melihat korban mengeluhkan badan lemas, Pak Narto berusaha menolong dengan mengeroki korban.

Nahas, belum selesai dikeroki, mendadak tubuh korban langsung kejang-kejang dan kemudian meninggal dunia.

“Ceritanya korban lagi membajak di sawah Karang Nongko. Saat itu ia mengeluh lemas. Sempat ditolong dikeroki banyak orang dan mau dibawa ke Puskesmas tapi sudah nggak ada (meninggal),” papar Kapolsek Jenar, AKP Suparjono kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (21/2/2021).

Baca Juga :  Bejat dan Biadab, Pria di Sukodono Sragen Tega Perkosa Siswi SD Tetangganya Sampai Kesakitan. Korban Diperkosa Sambil Dipaksa Nonton Video Begituan

Kapolsek menguraikan dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

Menurut keterangan keluarga, korban memang sudah lama memiliki riwayat penyakit jantung dan asma atau sesak nafas.

“Diduga korban kecapekan lalu riwayat penyakitnya kambuh. Keluarga sudah menerima sebagai musibah dan membuat surat pernyataan. Sehingga jenazah korban langsung kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tandasnya.

Di sisi lain, insiden itu sempat membuat gempar warga yang tak menyangka Eko yang masih muda harus pergi secepat itu dengan tragis. Bahkan keluarga utamanya istrinya sangat terpukul dan syok berat atas kejadian itu. Wardoyo