JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Wapres Ma’ruf Amin Minta Ulama Bantu Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Lewat Dakwah dan Khutbah Jumat

Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin. Foto: YouTube/Wakil Presiden Republik Indonesia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta semua pihak untuk turut berkontribusi dalam mensosialisasikan program vaksinasi Covid-19, termasuk para ulama dan khatib yang dapat menyampaikan pesan tersebut melalui mimbar dakwah maupun khutbah Jumat.

“Para ulama melalui dakwah-dakwahnya, melalui khutbah-khutbah Jumatnya, maka dilibatkan. Selain Majelis Ulama, ada pengurus besar Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan ormas-ormas yang lain,” kata Ma’ruf Amin dalam siaran persnya, Kamis (25/2/2021).

Wapres berharap, dengan sosialisasi yang dilakukan secara masif akan dapat membantu pemerintah dalam mencapai target vaksinasi 1 juta orang perhari. Terlebih lagi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah menyatakan vaksin Covid-19 halal digunakan umat Muslim.

“Jadi ketika vaksin ini dipertanyakan oleh masyarakat, selain efektivitasnya, kemanjurannya tapi kehalalannya, di situ kemudian Majelis Ulama Indonesia masuk dan menyatakan bahwa itu halal,” papar Ma’ruf Amin seperti dikutip Liputan6.com.

Baca Juga :  Gempa Masih Menggoyang Malang, Sumbernya dari Laut Selatan, Ini Dampaknya

Selain sosialisasi menggunakan pendekatan keagamaan, sosialisasi yang turut melibatkan perangkat pemerintah seperti TNI, Polri, dan Tenaga Kesehatan, juga menjadi kunci cepat tercapainya target vaksinasi.

“Bahkan juga sosialisasi ini sangat masif ya di mana-mana itu. Jadi karena itu saya bilang, sekarang ini fenomena yang kita lihat itu orang antre ingin divaksin itu,” tandas Ma’ruf Amin.

Vaksinasi Cocid-19 Wajib

Sebelumnya diberitakan, Wapres sempat menyatakan bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan suatu kewajiban untuk menghindari kerusakan, bahaya, dan mudharat.

Baca Juga :  Gempa Malang Tewaskan Lima Orang Warga, Ini Rinciannya

Vaksinasi seperti halnya menjaga protokol kesehatan, merupakan upaya mencegah penularan virus corona yang berbahaya.

“Covid-19 ini juga bahaya, (bahkan) bukan lagi diduga (bahaya) tetapi sudah diyakini (berbahaya). Diduga saja sudah wajib, apalagi yang sudah diyakini,” ujar Ma’ruf Amin.

“Maka, berobat dari penyakit, seperti menggunakan plasma konvalesen, kemudian juga menjaga dari wabah, dengan 3M atau vaksinasi, itu juga wajib, menurut Syekh Nawawi Al-Bantani,” lanjut Wapres.

Ma’ruf Amin sendiri juga telah mendapat suntikan vaksin Covid-19 pada 17 Februari 2021 lalu. Wapres yang telah berusia 77 tahun mendapatkan suntikan vaksin CoronaVac produksi Sinovac China, sama seperti yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo. Liputan 6