JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Hilang 93 Tahun, Luweng Pakem Desa Sumberagung Kecamatan Pracimantoro Wonogiri Akhirnya Ditemukan, Digadang gadang Bisa Jadi Solusi Atasi Genangan Banjir

Pantauan keberadaan Luweng Pace Kecamatan Giritontro, Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kabar menggembirakan datang dari upaya pencarian mulut luweng di Pracimantoro, Wonogiri. Satu lagi sebuah mulut luweng berhasil ditemukan relawan dan warga.

Penemuan luweng tersebut sangat melegakan. Pasalnya sebelumnya sempat menghilang selama 93 tahun.
Penemuan luweng yang kali kedua itu digadang-gadang bisa menjadi solusi atas permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah selatan Wonogiri itu.

“Memang luweng sudah ditemukan oleh relawan bersama warga. Posisinya di dekat bukit di Dusun Pakem Desa Sumberagung,” kata Camat Pracimantoro Warsito, Selasa (2/3/2021).

Menurut dia luweng yang baru ditemukan itu memiliki kedalaman 7 meter. Sedangkan diameternya sekitar 4 meter. Diperkirakan luweng tertimbun sejak 93 tahun yang lalu.

“Hilang atau kemungkinan tertimbun sekitar 93 tahun,” jelas dia.

Mulut luweng ditemukan tim relawan pada Jumat (26/2). Warsito menyebut, proses pencarian mulut luweng itu memakan waktu selama tiga hari.

Baca Juga :  Miris, Kisah TKI Atau PMI Asal Wonogiri Jarno Alias Tri Sujarno yang Mengalami Kebutaan dan Terlunta-lunta di Malaysia, Berkat Kolaborasi Birokrasi dan Legislatif Akhirnya Bisa Kembali ke Kampung Halaman

“Kami berharap dengan adanya beberapa penemuan luweng di daerah kami bisa mengatasi banjir yang setiap tahun melanda. Sebab kelebihan air bisa dialirkan keluar melalui saluran luweng itu, sehingga tidak menggenang lagi,” beber dia.

Sementara itu, menurut Sariyono, relawan yang terlibat dalam pencarian mulut luweng yang juga merupakan warga Dusun Digal, Desa Sumberagung, bahwa proses pencarian luweng dimulai sejak Rabu (24/2). Luweng ditemukan di kedalaman tujuh meter dengan lebar mencapai empat meter.

Proses awalnya dengan berkonsultasi dengan sesepuh desa soal letak luweng. Setelah mendapat informasi, pengggalian dan pengerukan dimulai dengan bantuan alat berat.

Menurut dia, tepat di hari ketiga ditemukan sebuah lubang kecil. Selanjutnya, dengan alat manual lubang itu dilebarkan hingga ditemukan lubang yang berongga. Bahkan, relawan kemudian masuk ke dalam rongga batuan itu, pada akhirnya mulut lubang itu terbuka selebar empat meter.

Baca Juga :  Sebenarnya Kapan Sih Obyek Wisata di Wonogiri Resmi Dibuka? Benarkah Harus Menunggu Hal ini Dulu

Saat ini, kata Sriyono, lubang yang diduga luweng itu dibiarkan sambil menunggu guyuran hujan. Nah, ketika hujan turun air yang masuk dan hilang di lubang itu dijadikan sebuah penanda bahwa lubang itu adalah benar luweng yang dicari selama ini. Selanjutnya, pihaknya akan memasang bronjong kawat sebagai pengaman sekaligus penyaring sampah agar lubang itu tidak tersumbat.

Ditambahkan, proses pencarian luweng di Desa Sumberagung lebih cepat dibanding desa lainnya. Pencarian luweng di Desa Sumberagung merupakan ketiga kalinya. Sebelumnya, melakukan pencarian di Dusun Joho Kidul Desa Joho dan berhasil. Lalu di Dusun Dompol Desa Petirsari gagal. Aria