JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ini Keinginan  Artidjo Alkostar Yang Mustahil Terwujud

Artidjo Alkostar / tempo.co
PPDB
PPDB
PPDB

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selama hidupnya dan selama menjalani pekerjaannya di ranah hukum, almarhum Artidjo Alkostar memiliki keinginan, yang menurut dia sendiri mustahil bisa terwujud.

Apa itu? Tunggu dulu. Beliau memang telah wafat pada Minggu (28/2/2021). Mantan hakim agung itu terkenal sebagai algojo bagi para koruptor.

Ia kerap menjatuhkan vonis yang lebih tinggi dari pengadilan tingkat pertama. Dalam salah satu wawancara dengan Tempo pada 2013 lalu, Artidjo mengungkapkan keinginannya menghukum berat koruptor, hingga hukuman mati.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Penduduk di Atas 18 Tahun Dapat Vaksin

“Saya ingin sekali menghukum mati koruptor,” ujarnya, dalam wawancara dengan tim Majalah Tempo, Desember 2013 silam.

Namun masalahnya, menurut Artidjo, konstruksi hukum di pasal korupsi, tidak pas dan setengah hati.

“Pasal ini dikaitkan lain dengan faktor lain di luar hukum. Misalnya bencana alam dan seorang koruptor mengulangi perbuatannya. Itu kan jarang. Dengan demikian, tidak akan tercapai hukuman mati itu, karena konstruksi hukumnya salah,” ujar pria asal Situbondo, Jawa Timur, itu.

Dia mencontohkan, konstruksi hukum di Cina. Di Negara Tirai Bambu tersebut, kata Artidjo, konstruksi dan batasan hukumnya jelas.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Peningkatan Covid-19 Harus Dikendalikan, Tapi Jangan Sampai Ganggu Upaya Pemulihan Ekonomi

Misalnya, hukuman mati bagi orang yang korupsi Rp 50 miliar.

“Kalau konstruksinya jelas, hukuman mati bisa dicapai,” ujarnya.

Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta ini menyarankan agar konstruksi hukum terkait korupsi diamandemen.

Namun, Artidjo ragu anggota legislatif mau mengamandemen.

“Berani atau tidak kita mengamandemen? Pembuat undang-undang saja takut suatu saat kena, malah maunya mengamankan dirinya sendiri,” ujar Artidjo Alkostar.

www.tempo.co