JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Subhanallah, Korban Tewas Digasak Bus PO Haryanto Ternyata Sosok Ibu yang Tangguh dan Pekerja Keras. Hidupi 5 Anaknya Sendirian, Rela Banting Tulang dari Ngasak Gabah hingga Jualan Es Keliling Demi Bisa Menyekolahkan Anak

Kondisi motor korban yang ringsek dan ada tulisan Doa Ibu di bagian depan. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecelakaan maut yang merenggut nyawa Sutarti (49) warga Dukuh Taraman RT 12/4, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen di Bangjo Kebakkramat, Karanganyar, Minggu (21/3/2021) sore menyisakan cerita mengharukan.

Betapa tidak, ternyata almarhumah hidup dalam kesederhanaan dengan semangat besar sebagai single parent.

Almarhum di mata warga juga dikenal sebagai sosok ibu yang hebat, pekerja keras dan rela banting tulang demi bisa menghidupi dan membesarkan putra-putrinya.

Ketua RT 12 Dukuh Taraman, Mulyadi mengungkapkan almarhum termasuk keluarga tidak mampu. Ibu paruh baya itu selama ini tercatat sebagai single parent karena ditinggal suaminya sejak lama.

Selama bertahun- tahun, Sutarti menjadi tulang punggung keluarganya dan sendirian menghidupi lima anaknya sejak ditinggal suami yang pergi entah ke mana.

“Beliau orang nggak punya Mas. Sudah lama ditinggal suami dan harus menghidupi lima anaknya sendirian. Warga melihat almarhumah ini sosok ibu yang sangat tabah dan tangguh. Karena jadi tulang punggung ekonomi keluarga dan anak-anaknya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (22/3/2021).

Mulyadi mengisahkan sejak ditinggal suami, Sutarti rela banting tulang bekerja apapun demi bisa menghidupi dan membesarkan kelima anaknya. Mulai dari kerja buruh serabutan, kalau panen dia rela ngasak (mengais sisa gabah di sawah), kadang jualan keliling dan di rumah juga masih nyambi jualan es.

Kemudian jika musim tanam, almarhumah juga rela mburuh di sawah dan melakukan kerjaan apapun yang membutuhkan tenaganya.

Baca Juga :  Hasil Swab Terbaru Kapolda Jateng Keluar Saat Kunjungan di Sragen Pagi Ini. Nih Simak Hasilnya!

Semua itu rela dilakukan demi bisa menghidupi anak-anaknya. Semangat besarnya untuk membesarkan anak-anaknya itulah yang membuat warga begitu kagum akan perjuangannya.

“Pokoknya beliau itu sosok ibu yang kuat. Dia nggak peduli kerja keras bahkan rela kerja serabutan sampai Karanganyar demi bisa menghidupi keluarga. Dia hanya mikir bagaimana agar anaknya yang penting bisa makan dan sekolah. Itu yang membuat kami juga ikut sedih, nggak tegas Mas kalau melihat perjuangannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mulyadi mengungkapkan almarhumah meninggalkan lima orang anak. Dari kelima anaknya itu, anak pertama sudah menikah dan bekerja merantau di Papua.

Kemudian anak yang kedua ikut kemudian kakaknya itu kerja promosi di Papua. Anak yang ketiga dan keempat saat ini masih mondok di pondok pesantren di wilayah Mantingan, Jatim.

“Anak yang kelima atau yang paling kecil masih kelas 2 SD. Dia di rumah mbantu njaga neneknya yang sudah tua,” terang Mulyadi.

Ia juga menyampaikan mayoritas anak-anak almarhumah juga sederhana dan penurut. Tak pelak kepergian almarhumah membuat anak-anak mereka begitu sedih.

“Bahkan 2 anaknya yang masih mondok itu kakak adik, sampai glasaran nangis begitu sampai rumah dan melihat ibunya sudah nggak ada,” imbuhnya.

Saat ini, masih ada tiga anak almarhumah yang masih sekolah dan mondok.

Baca Juga :  Apel Pasca Cuti Lebaran, PNS di SMPN 4 Sragen Dilaporkan Lengkap. Dua Guru Izin Anaknya Sakit, Kepsek Imbau PNS Jadi Teladan Penerapan Prokes

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , kecelakaan yang merenggut nyawa Sutarti itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tepatnya di perempatan Kebakkramat arah Desa Kemiri.

Kronologi kecelakaan bermula ketika korban berjalan dari arah timur, tepatnya dari arah Kecamatan Tasikmadu hendak pulang ke Sragen. Korban mengendarai Honda Supra Nopol AD 6032 AGE.

Sesampainya di perempatan lampu merah Kebakkramat, posisi lampu menyala merah dan korban pun berhenti.

Setelah lampu hijau menyala, korban pun melaju belok ke kanan menuju arah Sragen. Apesnya, dari arah utara terlihat bus PO Haryanto B 3744 VGA yang dikemudikan Yuda (32) warga Denpasar, Bali melaju dengan kecepatan tinggi menuju arah Solo.

Tak pelak, sopir bus pun tak mampu mengendalikan kemudi dan langsung menghantam Honda Supra yang dikendarai Sutarti.

Korban pun tertabrak di tengah jalan dalam kondisi luka parah. Bus pun berhenti dan bersama warga langsung menolong korban.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Sarwoko membenarkan kejadian tersebut.

“Ya akhirnya korban meninggal dunia di rumah sakit karena luka di bagian kepala,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (21/3/2021).

Menurut Kasatlantas, hasil penyelidikan dan kesaksian di TKP bus PO Haryanto ngeblong lampu merah, sehingga menabrak korban.

Ia menambahkan saat ini kasus tersebut tengah dilakukan penyelidikan. Sementara barang bukti berupa bus dan sepeda motor ditahan polisi guna penyelidikan. Wardoyo/Beni Indra