JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

25 Mobil Plat Luar Daerah Terjaring Penyekatan di Pos Pam Eks Jembatan Timbang Nambangan Selogiri Wonogiri, Endingnya Seperti ini

Petugas memeriksa kendaraan berpelat luar daerah di eks jembatan timbang Nambangan Selogiri Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

 

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puluhan kendaraan dengan plat nomor luar daerah terjaring penyekatan di pos pam eks Jembatan Timbang Nambangan, Selogiri, Wonogiri, Jumat (30/4/2021).

Hanya saja dari puluhan mobil tersebut tidak ada yang diperintahkan putar balik. Pasalnya sebagian besar pengemudi maupun penumpang mobil berplat luar daerah yang diperiksa ternyata berdomisili di Wonogiri Sukoharjo. Hanya platnya yang bukan dalam daerah.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Kabag Ops Kompol Budiyono mengatakan, tim gabungan menggelar pemeriksaan kesehatan pengemudi dalam rangka antisipasi Larangan Mudik guna mencegah Penyebaran COVID-19. Adapun jumlah tim 40 personil dari TNI Polri dan tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Sumur Hidrolik Tenaga Surya Bakal Dibangun di Wonogiri, Ternyata Gagasan Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Deddy Suryadi

Kegiatan yang dilaksanakan yaitu memberikan imbauan kepada masyarakat pengguna jalan tentang adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berbasis mikro sesuai instruksi Menteri dalam Negeri No. 06 Tahun 2021.

Tim juga melaksanakan pemeriksaan sebanyak 25 pengemudi kendaraan dengan nopol luar daerah. Juga ada 51 orang dilakukan pengecekan suhu tubuh

“Tim juga membagikan masker kepada pengguna jalan dan memberikan imbauan untuk tidak mudik pada masa libur Hari Raya Idul Fitri,” jelas dia.

Baca Juga :  33 Pedagang dan Pengunjung Pasar Wonokarto Wonogiri Jalani Rapid Tes Antigen, Tidak Diduga Hasilnya Seperti ini

Sementara dari puluhan yang terjaring, tidak ada yang diminta putar balik. Sebab sebagian besar pengemudi maupun penumpang mobil berplat luar daerah yang diperiksa berdomisili di Wonogiri dan Sukoharjo. Hanya plat nomor saja yang buka area Jateng.

Sebagian lagi, berdomisili di Ponorogo, Pacitan, Gunungkidul, namun bekerja di Solo. Sehingga setiap hari mesti melintasi jalan di Wonogiri. Aris