JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Opini

Pentingnya Pengawasan Orang Tua Terhadap Anak Dalam Penggunaan Sosial Media

Ilustrasi media sosial dan anak. Pixabay

Penulis: Sri Rejeki

Perkembangan teknologi di jaman modern ini bagai pisau bermata dua. Manfaat yang bisa dihasilkan selaras dengan ancaman bahaya yang mungkin ditimbulkan apabila digunakan dengan  tidak semestinya. Mengawali tahun 2010, media massa  di Indonesia dimulai dari televisi, surat kabar, tabloid, dan radio menginformasikan tentang kasus kriminal yang melibatkan salah satu situs jejaring sosial yang sedang marak digunakan remaja di Indonesia, seperti Facebook, Blackberry massanger, Twitter, Instagram, Line, Whatsapp. Sebagai contohnya adalah kejahatan yang marak diberitakan di media massa berkaitan dengan penggunaan facebook oleh remaja adalah penipuan, prostitusi online, human trafficking, dan pencemaran nama baik (Juju, 2010:73).

Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul yang pada umumnya adalah individu atau organisasi yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, dan keturunan. Begitu pula dengan situs dunia maya juga memiliki fungsi yang menunjukkan jalan dimana para penggunanya berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Melalui media social ini, kita juga dapat menjalin komunikasi dengan teman-teman ataupun relasi  baru. Layanan di media sosial merupakan sistem berbasis web menyediakan kumpulan cara yang beragam bagi penggunanya untuk dapat berinteraksi seperti memperbarui profil pribadi, memperbarui status, berkirim komentar, chatting, mengirim pesan, video, blog, dan diskusi berupa grup.

Pandangan maupun tanggapan dari lingkungan yang tidak memahami media sosial menjadi pemicu kurangnya pengetahuan mengenai teknologi ini. Materi ini bertujuan agar Orang tua yang tidak gagap teknologi  (gaptek) tentunya dapat memberikan pengarahan kepada anak tentang manfaat dan tujuan penggunaan media sosial yang positif. Selain itu pemahaman tentang teknologi, akan mempermudah orang tua dalam memberikan pengertian kepada para remaja mengenai esensi menggunakan teknologi baru dengan bijaksana. Bukan hanya itu saja, orang tua yang dekat dengan perkembangan anak, dan memahami perkembangan jaman akan mudah mengawasi dan memberikan arahan positif bagi pergaulan anak-anaknya di dunia nyata maupun dunia maya.

Pentingnnya kepengawasan orang tua terhadap anak dalam penggunaan sosial media ini sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan mental dan psikis anak. Peran serta keaktifan orang tua dalam pengawasan sosial media diharapkan dapat mengarahkan mana yang harus di lihat dan digunakan oleh seorang anak terutama yang masih usia sekolah, dan mana yang harus dibatasi supaya tidak salah jalan.

ilustrasi media sosial dan anak1
Ilustrasi media sosial dan anak. Pixabay

Berikut adalah tanda-tanda salah penggunaan sosial media diantaranya:

  1. Jika memang bertujuan untuk mendekatkan diri dengan pelanggan, tentu harus selalu update.
  2. Tanpa followers kita bukan apa – apa.
  3. Lebih banyak berbicara sendiri.
  4. Profil sosial media hanya sebagai sarana mengiklan.
  5. Menggunakan autopost update di semua sosial media.
  6. Bahkan Anda belum menetapkan merek atau nama di sosial media.
  7. Anda belum benar – benar terhubung dengan followers.
  8. Anda mengabaikan dan bahkan menghapus komentar negatif.
  9. Anda tidak menanggapi postingan atau komentar pelanggan dengan segera.
  10. Anda bahkan mengabaikan keuntungan dari proses pemasaran.

Dan berikut dampak negatif dari sosial media adalah:

  1. Menurunnya tingkat kesehatan

Jika anda sudah terlalu asyik memainkan sosial media maka mata anda akan selalu terpaku kepada layar smartphone yang tentu akan mengganggu kesehatan mata anda. Terlebih jika anda terus menerus melakukan aktivitas tersebut hingga larut malam, selain akan mengganggu kesehatan mata, berat badan anda bisa saja naik. Hal tersebut pernah dikemukakan oleh para peneliti Nothwestern University, mereka menyatakan penggunaan smartphone saat di jam-jam tidur akan dapat menyebabkan obesitas karena paparan sinar biru dari smartphone dapat meningkatkan hormone ghrelin yang berfungsi memberi sinyal lapar pada tubuh seseorang.

  1. Memungkinkan menjadi seorang yang individualis

Jika seseorang terlalu menikmati dengan adanya sosial media ini maka sifat individualis lambat laun akan muncul. Sehingga  seseorang ini lebih menikmati keberadaannya sendiri sekalipun ketika bertemu dengan banyak orang.

  1. Menimbulkan sikap acuh terhadap orang-orang disekeliling

Dari dampak individualis penggunaan sosial media juga menjadikan seseorang lemah dalam bersimpati bahkan berempati terhadap keadaan sekelilingnya karena perhatiannya akan selalu tertuju pada layar smartphonenya.

  1. Terjadinya cyber-bullying

Apa itu cyber bullying?cyber bullying merupakan bentuk kekerasan di internet yang dilakukan atau dialami oleh seseorang terutama anak-anak dan remaja. Umumnya cyber bullying dilakukan para remaja dimana pada usia-usia tersebut mereka membutuhkan pengakuan tentang keberadaan mereka.

  1. Maraknya kejahatan yang berasal dari sosial media

Ketika di sisi lain sosial media memberikan dampak positif untuk menambah pertemanan,di sisi lain ada dampak yang harus kita perhatikan. Hal ini umumnya terjadi pada seseorang yang usianya masih remaja.  Sifat pemikiran remaja yang cenderung masih labil maka akan lebih mudah bagi pelaku kejahatan untuk melaksanakan aksinya tersebut. Diantaranya seperti kasus penculikan, pemerkosaan hingga pembunuhan.

  1. Menurunkan produktivitas

Salah satu yang dapat memicu menurunnya produktivitas seseorang adalah ketika fokusnya tergantikan oleh hal-hal yang lain. Tentu penggunaan sosial media yang berlebih maka akan membuat anda enggan untuk melakukan hal-hal lain yang lebih bermanfaat dan bisa anda lakukan.

  1. Bisa melalaikan sesuatu yang menjadi kewajiban

Bagi seorang pelajar juga mempunyai kewajiban untuk belajar. Disini sosial media tentu berperan untuk membuat seseorang menunda pekerjaaannya.

  1. Menghambat mimpi dan cita-cita

Ketika produktivitas-produktivitas seseorang mulai menurun maka hal-hal yang seharusnya dilakukan untuk mencapai tujuan kita akan terhambat dikarenakan seseorang tersebut telah berada di zona nyaman yang membuat enggan bergerak sehingga mengakibatkan lupa bahwasannya seseorang tersebut mempunyai mimpi yang harus dikejar.

  1. Maraknya informasi kebohongan

Kata-kata tersebut acap kali kita lihat di sosial-sosial media seperti facebook, whatsapp, dan lain-lain. Bagi seseorang yang belum memiliki pemikiran kritis tentu dengan mudahnya percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya sehingga kemudian pesan berantai tersebut beredar dimana-mana. Informasi-informasi yang berupa kebohongan ini sering kali kita menyebutnya dengan hoax.

  1. Melabilkan emosi

Mungkin yang menjadi pertanyaan anda adalah kapan sosial media dapat berperan memainkan emosi seseorang? Emosi seseorang akan cenderung terganggu ketika melihat suatu berita dan tulisan yang tidak sesuai dengan perasaan orang tersebut.

  1. Membuat hidup lebih konsumtif

Salah satunya kebutuhan untuk pembelian paket data. Bagi seseorang yang sudah mengalami ketergantungan terhadap internet terutama sosial media ketika kuota maupun paket data yang dimiliki sudah habis tanpa pikir panjang tentu akan menyegerakan untuk mengisinya kembali tanpa memikirkan keperluan yang harus diutamakan.

  1. Pembajakan yang merugikan

apa jadinya ketika pembajakan tersebut dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang dapat merusak image anda?tentu hal tersebut sangat merugikan pribadi kita bukan?

  1. Mengakibatkan kecanduan

Ungkapan sosial media mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat nampaknya nyata dan menjadikan bukti bahwa seseorang tersebut telah mengalami candu karena sosial media.

  1. Privasi kehidupan lebih diketahui orang banyak

Namun ketika ada seseorang yang terlalu gemar menunjukkan kehidupan bahkan privasinya tentu hal tersebut menjadi kurang baik atau bisa dianggap spam.

  1. Mudahnya seseorang meluapkan perasaannya

Dengan sosial media seseorang dengan mudahnya memberi komentar kepada orang lain, sekalipun tidak saling mengenal. Namun komentar dengan bentuk yang kurang baik tentunya bisa membuat orang lain yang membacanya bisa merasa sakit hati.

  1. Mudahnya akses untuk mendapatkan informasi yang tidak baik

Terkait isu-isu negatif seperti hal-hal yang mengandung SARA tentu dapat menimbulkan perpecahan antar suku, ras dan agama.

  1. Tersebarnya perilaku yang kurang baik

Sosial media mempunyai akses yang lebih mudah dan tidak semua yang berada di sosial media merupakan hal-hal baik.

  1. Menurunkan daya ingat

Ketika seseorang sudah terlalu asyik memainkan gadget dan berbincang di sosial media maka daya ingat seseorang tersebut semisal jadi rentan lupa terhadap waktu.

  1. Menurunkan kreativitas

Selain menurunkan produktivitas bermain sosial media juga mampu menurunkan kreativitas.

  1. Menimbulkan kebencian

Sering terjadi saat ini karena tidak semua orang-orang dapat menerima apa yang disebarkan oleh orang lain dan hal itulah yang acapkali menimbulkan kebencian.

Setelah melihat begitu besarnya dampak negatif dari sosial media tersebut, maka sudah seharusnya para orang tua harus mempunyai cara bijak dalam bermedia social, yaitu (1) Kita semua harus mulai mengerti batasan dan karakter dari platform medsos yang dipakai. (2) Mengerti penggunannya, cara berkomunikasi berbeda satu dengan yang lainnya. (3) Mengerti sisi hukum formal dan informal ketika memakainya.

Penulis:

Sri Rejeki

Mahasiswa Universitas Boyolali,

Jurusan Ekonomi Manajemen