JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Asyik Mandi di Sungai, Remaja 15 Tahun di Penawangan Grobogan Tewas Terseret Arus, Korban Ditemukan 1 KM dari Lokasi

Ilustrasi tenggelam. Foto: pixabay.com

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang remaja di Desa Pengkol Kecamatan Penawangan, Grobogan tewas terseret arus sungai di desa setempat, Senin (12/04/2021).

Korban MY (15) merupakan anak semata wayang dari pasangan suami istri Hadi Santoso (45).

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban bersama temannya ALF(13) sedang memancing ikan di sungai, Senin (12/04/2021) pukul 08.00 WIB.

Setelah sekitar empat jam di lokasi atau pukul 12.00 WIB, korban dan temannya memutuskan untuk berpindah tempat.

Korban dan temannya mandi di sungai tersebut.

Saat asyik mandi, tiba-tiba korban terseret arus sungai, teman korban berusaha menolong, tetapi karena arus sungai terlalu deras ia juga ikut terbawa arus air.

Disaat yang sama ALF berteriak meminta pertolongan.

Baca Juga :  3 Mafia Tanah di Batang Ditangkap Polisi. Astaga Sudah Keruk Uang Rp 3 Miliar, Begini Modusnya

Teriakan Ahmad Lukman didengar Tegar Wahyu (20) dan Komarudin (34) yang kebetulan saat kejadian berada di sekitar lokasi kejadian.

ALF berhasil diselamatkan, kemudian dibawa ke klinik di Desa Genuksuran, Kecamatan Purwodadi guna mendapatkan perawatan.

Mengetahui ada anak tenggelam, warga kemudian berdatangan dan membantu mencari korban MY.

Sekira 30 menit kemudian, Ahmad Yusup (44) bersama Muhamad Karis (30) warga Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan berhasil menemukan korban berjarak kurang lebih satu kilometer dari tempat kejadian dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Mapolsek Penawangan. Mendapat informasi dari masyarakat, tim dari unit Reskrim Polsek Penawangan dan tim Inafis Polres Grobogan serta tim medis Puskesmas Penawangan II langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP.

Baca Juga :  Sudah 5.928 Kendaraan Diputar Balik dari Semarang. Ada 1.283 Pengendara Dites, Satu Orang Positif

Kapolsek Penawangan, AKP Dedy Setyanto membenarkan insiden ini. Dalam keterangannya, AKP Dedy menjelaskan, korban Muhamad Yudha ditemukan dalam kondisi hidung dan mulut berbusa serta dinyatakan meninggal dunia.

“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, korban tewas lantaran terseret arus yang deras dan tidak bisa berenang. Dari kejadian ini, kami imbau kepada orang tua agar mengawasi anak-anaknya saat bermain. Terutama melarang anak-anaknya bermain di tempat-tempat membahayakan, seperti aliran sungai yang deras,” jelas AKP Dedy.

Sementara itu, Hadi Santoso, ayah korban menerima atas kejadian meninggalnya Muhamad Yuda adalah murni karena tenggelam di sungai. Usai pemeriksaan, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman desa setempat. Satria