JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Diduga Dijadikan Sarang Prostitusi, Dua Kamar Apartemen di Kota Tangerang Disegel Satpol PP

Ilustrasi prostitusi online. Tribunnews

TANGERANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Satpol PP kota Tangerang menyegel dua unit kamar di sebuah apartemen di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang .

Petugal melakukan penyegelan terdahap dua kamar tersebut karena diduga dijadikan sebagai sarana prostitusi oleh dua perempuan berinisal BN dan MW yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Dugaan diperkuat atas ditemukannya beberapa bekas alat kontrasepsi di kedua kamar tersebut.

Begitu juga di ponsel keduanya ditemukan beberapa bukti transaksi yang menguatkan dugaan bisnis prostitusi ini.

“Kami mendapati dua terduga PSK dan didapati bukti-bukti yang mengarah ke sana,” ujar Ghufron Falfeli, Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang kepada wartakotalive.com, Jumat (2/4/2021).

Baca Juga :  Saat Kapolri Nostalgia dengan Ulama-Ulama di Banten. Sebut Jangan Ada Iri Dengki!

Dia menjelaskan, kedua terduga PSK tersebut untuk selanjutnya dilakukan pembinaan di Dinas Sosial Kota Tangerang.

“Keduanya kami lakukan pendataan, untuk selanjutnya dilakukan pembinaan oleh teman-teman yang ada di Dinsos,” ucapnya.

Menurutnya, penangkapan terduga PSK dan penyegalan kedua kamar yang disinyalir digunakan sebagai sarana prostitusi tersebut karena peran pengelola dan kemananan setempat.

Dia berharap, penegakan peraturan daerah No 8 Tahun 2005 tentang pelacuran dapat lebih optimal dilaksanakan.

“Kami bekerja sama dengan security manajemen, jadi kami sama-sama berkomitmen antara Pemerintah Kota Tangerang dan manajemen untuk menegakan Perda No 8 Tahun 2005 tentang larangan prostitusi,” kata Ghufron.

Baca Juga :  Hasil Sidang Isbat, 1 Ramadan 1442 Hijriah Jatuh pada Selasa 13 April 2021

Ghufron mengatakan, tanpa ada dukungan dari pengelola apartemen, serangkaian kegiatan operasi yang dilakukannya secara rutin tidak akan berjalan optimal.

Menurut dia, peran aktif dari seluruh masyarakat diharapkan dapat terus berkesinambungan.

“Kami berharap dukungan dan peran serta masyarakat maupun pengelola apartemen yang ada di Kota Tangerang untuk memberikan informasi jika di sekitar ditemukan indikasi pelanggaran peraturan daerah,” kata Ghufron.

www.tribunnews.com