JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Geger Warga Etnis Tionghoa Ditemukan Tewas di Atas Kasur Kamar Kosnya di Karanganyar. Ada Luka Sayatan di Dahi, Sabit di Dekatnya dan Bercak Darah Mengering

Kapolsek saat melakukan olah TKP. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di Desa Tuban, Gondangrejo, Karanganyar digegerkan dengan penemuan kakek etnis Tionghoa dengan kondisi mengenaskan.

Korban yang berstatus duda itu diketahui bernama Lioe Kwet Non (61). Kakek malang itu meninggal dunia di tempat kosnya di Dukuh Tuban Lor RT 06 RW 04 Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Data yang dihimpun di lapangan, penemuan mayat itu terjadi pada Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat kali pertama ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Korban ditemukan terlentang di atas kasur dan pada dahi korban terdapat luka bekas sayatan.

Baca Juga :  Terungkap, Identitas Mayat Wanita Muda di Waduk Kembangan Sragen Bernama Sartikawati. Beredar Kabar Diduga Korban Pembunuhan, Ini Fakta-faktanya!

Sedang di sisi kanan korban ada sebilah sabit dan kaos putih yang pada ujung lengan sudah ada darah yang mengering.

Kematian pria yang bertempat tinggal di Jajar RT003 RW 005, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta itu sempat membuat geger warga sekitar.

Mayat korban kali pertama ditemukan M.Imam Bayhaqi, warga Kalijambe Sragen. Ia curiga melihat lampu kamar kos yang dihuni korban masih belum dinyalakan. Padahal saat itu, suasana sudah mulai malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

“Kemudian saksi pertama, memanggil-manggil korban namun tidak ada sahutan,’’ kata Kapolsek Gondangrejo, AKP Rianto kepada wartawan tadi malam.

Baca Juga :  Beredar Dugaan Tewas Dibunuh, Polisi Tunggu Hasil Visum Mayat Wanita Muda di Waduk Kembangan. Kades Ungkap Mulut Korban Berdarah

Kapolsek menguraikan dari beberapa saksi, pintu kamar kos korban semula tidak terkunci dan terbuka sedikit.

Saat Imam menyalakan lampu kamar kos lalu menengok ke ruang kos, sempat melihat korban seperti orang tertidur. Namun ternyata setelah didekati, korban sudah tak bernyawa.

‘’Sebelumnya, korban meminta tolong untuk dikerokin oleh salah satu saksi. Korban sudah lama mengeluhkan sakit perut serta kepala pusing sejak kos di TKP sejak 3 bulan lalu,’’ kata Kapolsek.

Mengenai dugaan bunuh diri, Kapolsek menyebut kecil kemungkinan. Sebab dari keterangan dari tetangga sebelahnya, korban kerap mengeluh sakit. Wardoyo