JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kecewa PO Bus Eka Terlalu Tega, Orangtua Mahasiswi Sragen yang Tewas Digasak di Terminal Lama Putuskan Tolak Santunan Rp 10 Juta. Motor yang Ditabrak Padahal Baru Sebulan Dibeli!

Ilustrasi jasad.

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masih ingat kasus kecelakaan maut yang menewaskan mahasiswi asal Gondang di Terminal Lama, Sragen Kota, beberapa waktu lalu.

Kasus tewasnya mahasiswi bernama Iis Endrayati (20) itu, asal Dukuh Ceme RT 2, Wonotolo, Gondang, Sragen yang digasak Bus Eka ngeblong bangjo Terminal Lama itu, kini menyisakan kisah pilu baru.

Ya, pihak keluarga mengungkap fakta memprihatinkan. Senin (5/4/2021) tadi pihak keluarga menyampaikan penolakan atas santunan yang diberikan pihak PO Bus Eka.

Pasalnya pihak manajemen Bus hanya memberikan santunan sebesar Rp 10 juta. Tidak hanya itu, kegeraman keluarga juga dikarenakan pihak PO Bus baru datang menyampaikan permintaan maaf dan menyerahkan santunan setelah sebulan kejadian.

“Seperti memang tidak ada itikad baik dari PO Bus. Mereka baru datang menyampaikan maaf setelah sebulan anak saya dimakamkan. Makanya mohon maaf juga kalau saya belum bisa menerima permintaan maaf mereka,” papar bapak almarhumah, Yoyih Hariyanto (49) kepada wartawan Senin (5/4/2021).

Ia menilai sikap manajemen Bus yang baru datang sebulan setelah pemakaman itu seolah memang mengabaikan rasa duka keluarga yang kehilangan nyawa almarhumah.

Yoyih menuturkan selama putrinya mengalami koma tiga hari di rumah sakit Solo, tak ada satupun perwakilan baik dari pengemudi maupun PO Bus yang datang.

Bahkan hingga putrinya akhirnya tak terselamatkan dan dimakankan tiga hari kemudian, dari PO Bus tak juga ada yang hadir. Baru setelah sebulan pemakaman, pihak Bus datang untuk menyampaikan permintaan maaf ke rumah duka.

Baca Juga :  Kesaksian Detik-detik Mencekam Kebakaran Hebat Ludeskan Harta Rp 3 Miliar di Masaran Sragen. Dari Teriakan Allahu Akbar Hingga Kepanikan Keluarga Menyelamatkan Diri dari Kobaran Api

Menurutnya hal itu seolah makin menambah kepedihan bagi keluarga. Karenanya saat perwakilan Bus hendak menyerahkan santunan Rp 10 juta, ia pun bersikukuh tidak menerimanya.

“Bukan soal nominal uangnya. Tapi rasa empati dan itikad baik itu seakan nggak ada. Kami tanyakan juga ke pihak Bus, apa sudah pantas tali asih Rp 10 juta itu. Mereka pun mengakui belum pantas, jadi kita kembalikan dan silahkan dipikir kembali,” terangnya.

Yoyih kemudian melanjutkan saat ditanya kepantasan, pihak utusan PO Bus juga mengakui memang belum pantas. Setelah itu hingga kini tidak ada komunikasi lagi dengan keluarga korban untuk menyelesaikan permasalahan itu.

Ia juga menyampaikan hingga kini, pihak manajemen juga belum memenuhi tuntutan keluarga. Yakni mengganti sepeda motor yang digasak dan rusak, dengan sepeda motor yang baru.

Menurutnya tuntutan itu dianggap masih batas wajar karena sepeda motor yang ditabrak juga baru sebulan dibeli.

“Kalau santunan dari Jasa Raharja sudah kami terima. Harapan kami setidaknya tali asih dari PO Bus ya setengah dari yang diberikan jasa raharja. Sebenarnya masih batas wajar, tapi sampai sekarang nggak ada respon lagi” ujar Yoyih trenyuh.

Ia memandang dalam kasus kecelakaan maut itu, pihaknya menilai kecelakaan seolah-olah disengaja. Kemudian jelas-jelas kesalahan ada pada Bus.

Baca Juga :  Cerita di Balik Penemuan Mayat Wanita Muda Bernama Sartikawati di Waduk Kembangan Sragen. Ternyata Punya Tanggal Lahir Unik Serba 9!

“Karena jelas-jelas lampu menyala merah, bus masih nekat menerobos,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Sragen, AKP Ilham Syafriantoro Sakti melalui Kanit Laka Ipda Irwan Marvianto mengatakan untuk kasus tersebut sebenarnya penyidik sudah berupaya menjembatani dengan mempertemukan keluarga korban dengan pihak manajemen Bus untuk bermediasi.

Namun mediasi tak pernah mencapai titik temu.

“Mediasi sudah kita jembatani Mas. Namun tidak ada titik temu,” tutur Ipda Irwan.

Seperti diketahui, almarhumah meninggal dalam keselamatan pada tanggal 18 November 2020 di simpang lima Tugu Adipura, Terminal Lama, Distrikan, Sragen Kota, sekitar pukul 19.30 WIB.

Mahasiswi asal Dukuh Ceme RT 2, Wonotolo, Gondang, Sragen itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit Solo sebelum mengembuskan nafas terakhirnya tiga hari kemudian.

Iis ditemukan tergeletak usai digasak Bus EKA bernopol S 7810 US yang dikemudikan Wandono (49) warga Bendungan Kidul Bayan RT 2/ 2, Purworejo. Bus diketahui ugal-ugalan setelah nekat menerobos jalan meski lampu bangjo saat itu menyala merah.

Saat bersamaan Iis yang mengendarai sepeda motor Honda Vario AD 4574 BSE melaju dari selatan. Nahas, saat melaju, ia langsung dipenggal oleh Bus EKA yang nekat menerobos lampu merah.

Akibatnya, kecelakaan tak terhindarkan. Bus langsung menghantam motor hingga ambruk dan korban terjatuh. Wardoyo