JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Gempa Malang Terasa hingga Lombok, BMKG Sebut Terjadi 3 Kali Gempa Susulan

gempa
Ilustrasi gempa. Foto: pixabay.com

MALANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Gempa berkuatan magnitudo 6,1 terjadi di perairan selatan Jawa dan mengguncang kawasan Malang, pada Sabtu (10/4/2021) sekira pukul 14.00 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi setidaknya tiga kali gempa susulan dalam dua jam setelah gempa pertama.

Disampaikan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang S Prayitno, telah terjadi tiga kali gempa susulan di kawasan Malang, Jawa Timur hingga pukul 16.10 WIB, dengan kekuatan yang lebih kecil.

“Berdasarkan hasil monitoring bahwa hingga detik ini sudah terjadi gempa susulan sebanyak tiga kali,” kata Bambang dalam konferensi pers virtual, Sabtu (10/4/2021).

Baca Juga :  Tragis, Keperawanan Gadis 17 Asal Sumsel Ini Direnggut Pacarnya Saat Lebaran Hari Pertama

Bambang menjelaskan gempa susulan tiga kali masing-masing memiliki kekuatan magnitudo 3,1; 3,8 dan 3,6. Kekuatan gempa itu lebih kecil dari gempa pertama yang terjadi pada pukul 14.00 WIB dengan kekuatan magnitudo 6,1.

Bambang mengatakan BMKG telah menerima laporan dampak gempa utama yang menyebabkan sejumlah kerusakan pada bangunan. Kerusakan bangunan tersebut bervariasi dipengaruhi oleh kualitas masing-masing bangunan dan kondisi geologis masing-masing daerah.

Diberitakan sebelumnya, gempa magnitudo 6,1 terjadi di laut bagian selatan Pulau Jawa. Pusat gempat terletak pada koordinat 8,83 Lintang Selatan dan 112,5 Bujur Timur, atau 96 kilometer arah selatan Kota Kepanjen, Malang dengan kedalaman 80 kilometer. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga :  Setelah Dicekoki Miras Oplosan, Gadis Ini Dirudapaksa 4 Pemuda di Gubuk Tengah Sawah

Sementara itu, sejumlah tempat dilaporkan merasakan getaran gempa, di antaranya Trenggalek, Kota Malang, Ponorog, Madiun, Bali bahkan hingga Lombok.

BMKG meminta masyarakat tetap waspada, tapi tidak panik. BMKG juga meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan berita yang tak jelas sumbernya. BMKG meminta masyarakat mencari informasi melalui saluran resmi milik BMKG.

www.tempo.co