JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ini Alasan Polisi Sragen Ciduk 9 Remaja Cowok dan 2 Cewek Aktor Video Viral Mandi Bareng di Atas Truk. Ternyata Aksi Mereka Sangat Membahayakan!

Ipda Joni Kurniawan saat memberikan pembinaan kepada geng remaja asal Sambungmacan Sragen pelaku video viral mandi di atas truk. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jangan merasa bangga ketika sudah melakukan aksi tak lazim lalu videonya viral di media sosial. Sebab jika aksinya ternyata melanggar, maka bersiaplah berhadapan dengan aparat kepolisian.

Seperti aksi nyleneh yang dilakukan sekelompok remaja asal Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen ini. Mereka nekat melakukan aksi ekstrim dengan mandi rame-rame di atas bak truk yang sedang berjalan.

Celakanya, aksi nyleneh itu direkam oleh pengendara motor yang kebetulan melintas dan ngebet bikin konten viral di media sosial. Setelah direkam, ternyata video aksi padusan dan ciblon on the truck itu pun langsung viral.

Tak ayal, polisi pun langsung bergerak cepat memburu para pelaku ciblon di atas truk itu. Tak butuh waktu lama, Sabtu (17/4/2021) sore, polisi berhasil melacak identitas armada truk dan kemudian menciduk rombongan remaja aktor videonya.

Ada sembilan remaja laki-laki yang dipanggil dan sempat diamankan untuk diklarifikasi tim Satlantas Polres Sragen. Selain itu, polisi juga memanggil dua cewek ABG yang bertindak sebagai sopir dan kenek truk untuk ciblon itu.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Ilham Syafriantoro Sakti melalui Kanit Patroli, Ipda Joni Kurniawan membenarkan pihaknya telah menindaklanjuti kasus video ciblon di atas truk itu.

Sebanyak 9 remaja laki-laki dan 2 perempuan langsung dipanggil dan diklarifikasi di Satlantas Polres Sragen. Mereka terdeteksi berasal dari Desa Banaran, Sambungmacan.

Baca Juga :  Mohon Maaf, Pemkab Sragen Umumkan Tidak Akan Gelar Open House Lebaran untuk PNS dan Masyarakat Tahun Ini. Ini Masalahnya!

Dari usianya, mayoritas masih remaja dengan rentang usia antara 15-20 tahun. Di hadapan polisi, mereka beralibi bahwa aksi mandi di bak truk yang diberi terpal dan diisi air itu sudah dilakukan rutin setiap tahun menjelang bulan Ramadhan.

“Memang airnya di bak truk itu nggak begitu penuh. Tapi kelihatan dari luar kalau mereka ciblon karena airnya terlihat mencuat ke atas. Mereka masih usia remaja semua antara 15 sampai 20 tahun,” papar Ipda Joni kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (18/4/2021).

Aksi mandi bareng di atas truk itu dilakukan dari Sambungmacan ke Sragen Kota. Namun dari video yang diunggah, aksi mereka terekam saat melintas dari arah timur Makam SI Sragen Kota menuju ke barat lalu balik lagi ke timur.

“Kemarin sudah kita panggil dan kita klarifikasi. Mereka seluruhnya anak muda dari Kampung Banaran Sambungmacan. Alasannya hanya iseng dan itu tradisi tahunan menyambut awal ramadhan dan tahun ini mereka laksanakan lagi dan termonitor di media sosial,” urai Ipda Joni.

Alasan Penindakan

Ipda Joni menguraikan kepada para remaja itu, pihaknya memberikan pembinaan bahwa apa yang dilakukan itu melanggar peraturan.

Baca Juga :  Berkah Idul Fitri, 268 Narapidana Lapas Sragen dapat Potongan Remisi. Satu Napi Langsung Bebas dan Satu Napi Korupsi Juga Kecipratan

Selain kendaraan truk tidak diperuntukkan mengangkut orang, aksi mereka mandi di atas truk yang berjalan juga membahayakan keselamatan mereka dan pengguna jalan lainnya.

Selanjutnya, mereka diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagu dan diketahui Kades setempat.

“Meskipun mereka beralibi itu hanya iseng dan tradisi tahunan, kami tekankan bahwa dari Satlantas Polres Sragen melihat bahwa tindakan itu (mandi di truk) itu menyalahi aturan peruntukkan dan membahayakan,” tandasnya.

Kaur Mintu Polres Sragen, Ipda Supriyanto menambahkan aksi geng itu terlacak setelah video mereka viral di media sosial Sabtu (17/4/2021).

Dari video itu, kemudian tim bergerak melacak identitas armada hingga kemudian mendeteksi semua remaja yang mandi di atas truk.

Dari hasil klarifikasi, video itu direkam oleh orang lain atau bukan rombongan mereka. Si perekam adalah pengendara motor yang melintas dan sempat bilang akan memviralkan aksi para remaja itu.

“Untuk perekam dan pengunggah video sudah kami tembusi ke akunnya agar segera menghapus atau men-take down video itu. Karena itu tidak pantas diunggah ke publik apalagi tidak mencerminkan budaya warga Sragen tertib berlalulintas. Mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran bagi mereka dan masyarakat secara umum agar tidak mengulangi atau melakukan hal yang sama,” tandasnya. Wardoyo