JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jaksa KPK Usulkan Terdakwa Penyuap Edhy Prabowo Menjadi Justice Collaborator, Ini Alasannya

Tersangka kasus dugaan suap ekspor benih lobster Edhy Prabowo. Foto: Tribunnews/Ilham Rian Pratama

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Permohonan terdakwa kasus suap benih lobster dari pihak swasta, Suharjito untuk menjadi justice collaborator akhirnya dikabulkan oleh tim
Jaksa Penunut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebagai tindak lanjutnya, Jaksa KPK
mengusulkan agar  hakim Tindak Pidana Korupsi menerima permohonan Suharjito menjadi justice collaborator.

Sebagaimana diketahui, Suharjito merupakan terdakwa dalam kasus suap ekspor benih lobster yang menyeret mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

“Kami berpendapat bahwa karena Terdakwa telah berterus terang dan kooperatif dalam memberikan keterangan serta bersedia membuka keterlibatan pihak lain di dalam perkara ini, maka permohonan Terdakwa dapat dikabulkan,” kata salah satu JPU, Siswandono, saat membacakan tuntutannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga :  Pakar: Massa NU 'Abangan' Jadi Potensi Besar yang Mesti Dilirik PPP

Dalam perkara ini, jaksa menuntut Suharjito tiga tahun penjara dikurangi masa tahanan dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa mengatakan telah mempertimbangkan kemungkinan Suharjito menjadi justice collaborator. Mereka pun meminta permohonan Sugiharto dikabulkan.

“Namun demikian, pemberian Surat Ketetapan KPK sebagai Justice Collaborator akan diberikan setelah Terdakwa memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara Terdakwa lainnya,” kata jaksa.

Baca Juga :  Evakuasi Warga di Sekitar Tebing Jalan Terbaik Antisipasi Dampak Gempa Susulan di Jatim

Sugiharto merupakan satu-satunya pemberi suap yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK mendakwa Suharjito menyuap Edhy dkk Rp 2,1 miliar untuk mendapatkan izin ekspor benur.

Sementara itu, ada 6 orang tersangka penerima suap ekspor benih lobster. Mereka adalah Edhy Prabowo, Staf Khusus Menteri sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri, Staf Khusus Menteri sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Misanta Pribadi. Kemudian, Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Menteri, dan Ainul Faqih selaku staf istri Edhy.

www.tempo.co