JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Komposisi NPK Bersubsidi Dirombak, Pupuk Indonesia Kenalkan Produk Pupuk Baru Phonska Organik Cair. Diklaim Tingkatkan Produksi Hingga 61 %

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari dan Ketua KTNA Sragen Suratno saat menghadiri Diskusi Tani dan pengenalan pupuk Phonska Organik Cair, di Sidoharjo, Jumat (9/4/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Pupuk Indonesia (PI) bersama anggota
holdingnya Pupuk Sriwidjaja Palembang
dan Petrokimia Gresik, menggelar kegiatan tanam perdana demplot komoditas padi dengan pemupukan berimbang di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jumat (9/4/2021).

Dalam kesempatan itu, PI juga memperkenalkan produk pupuk organik cair berlabel Phonska Oca dan menyosialisasikan perubahan komposisi NPK bersubsidi.

Kegiatan itu dihadiri oleh Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari.

Mewakili Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, Gusrizal menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan serta sarana edukasi kepada petani dalam
menerapkan pemupukan presisi.

Adapun pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik Petroganik, Urea, NPK Phonska 15-10-12 dan pupuk organik cair Phonska OCA.

“Pada kesempatan ini, kami juga memperkenalkan dua varian pupuk subsidi terbaru, yaitu pupuk organik cair dengan nama Phonska Oca dan NPK Phonska formula 15-10-12,” ujar
Gusrizal.

Gusrizal menjelaskan bahwa pada tahun 2021 ini, sesuai dengan kebijakan pemerintah, terdapat perubahan formula pupuk NPK Phonska bersubsidi. Dari komposisi awal 15- 15-15 kini dirombak menjadi 15-10-12.

Perubahan itu dijalankan pemerintah dengan prinsip efisiensi. Namun tetap mengedepankan kualitas untuk hasil panen yang optimal.

Baca Juga :  Peringatan Keras Bupati Sragen untuk Semua Kades Soal Dana BKK. Jika Ada Catatan Penyimpangan Bakal Langsung Diblokir, Bupati: Tidak Akan Saya Kasih Dana!

Sementara mengacu rekomendasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan Pupuk Indonesia, khusus untuk Kecamatan Sidoharjo adalah pupuk Urea 200 kg, NPK Phonska 275 kg, pupuk organik Petroganik 500 kg, dan pupuk organik cair Phonska OCA sebanyak 5 liter untuk setiap satu hektar lahan sawah.

“Perpaduan pupuk organik dan anorganik ini adalah demi keberlanjutan pertanian, agar lahan sawah tetap optimal dan memiliki produktivitas tinggi secara jangka panjang,” jelasnya.

Pihaknya mengapresiasi petani, pemerintah Kabupaten Sragen, dan menyatakan siap mendukung dan memajukan sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Sragen.

“Diharapkan sinergi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan ketahanan pangan nasional,” ujar Gusrizal.

Produktivitas Meningkat

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen, Eka Rini Mumpuni Tri Lestari, menyatakan pihaknya yakin dengan pengawalan dari Pupuk Indonesia.

Karena berdasarkan uji coba di berbagai daerah hasilnya sudah terbukti. Selain itu, ia yakin dengan kerjasama yang dibangun bersama Pupuk Indonesia, mulai daripengolahan lahan, pemilihan benih, penentuan pupuk, manajemen pemupukan serta pengawalan hama penyakit, hasil panen dapat meningkat secara signifikan.

“Apalagi uji lokasi di berbagai daerah sudah terbukti hasilnya. Tentu saja hal ini dapat menambah motivasi petani di Kabupaten Sragen” jelasnya.

Baca Juga :  Asyik Nonton TV Saat Hujan, Rumah Warga Sragen Ambyar Diterjang Petir Dahsyat. TV Sempat Terbang Menimpa Korban hingga Kesetrum

Selain itu, Eka Rini mengajak para petani di Sragen untuk mau berdisiplin dalam bertani agar produktivitas meningkat.

“Untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen, para petani harus mau dan disiplin menerapkan sistem budidaya sesuai anjuran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta
Pupuk Indonesia,” tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, Phonska OCA merupakan pupuk yang memiliki kandungan unsur hara majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair dengan kandungan C-Organik
minimal 6%.

Pupuk cair ini juga diperkaya dengan unsur mikro serta mikroba fungsional yang bermanfaat untuk tanah dan tanaman.

Phonska OCA telah melewati uji laboratorium di lembaga penelitian dan uji coba aplikasi di berbagai daerah. Hasilnya Phonska OCA sangat cocok diaplikasikan pada tanaman padi maupun komoditas lain.

“Peningkatan produktivitasnya antara 13
hingga 61 persen,” terang Bakir Pasaman.

Adapun cara aplikasi Phonska Oca adalah dengan disemprot, dengan dosis 5 liter per hektar dilakukan penyemprotan secara rutin setiap satu minggu sekali.

Phonska OCA merupakan
produk organik yang diproduksi sepenuhnya dengan 100% bahan baku dalam negeri. Wardoyo