JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Muhammadiyah Terbitkan Surat Edaran Ibadah Ramadan 1442 Hijriah, Pasien Positif Covid-19 dan Tenaga Kesehatan Tidak Diwajibkan Puasa

Ilustrasi bulan Ramadhan. Foto: pixabay.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kementerian Agama telah menetapkan awal bulan Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada Rabu (13/4/2021) besok. Umat Muslim pun akan memulai ibadah puasa bulan Ramadan pada esok hari.

Berkaitan dengan ibadah di bulan Ramadan, Pengurus Pusat Muhammadiyah juga telah menerbitkan surat edaran tentang ibadah puasa yang tidak wajib bagi pasien positif Covid-19 dan para tenaga kesehatan yang menangani pasien yang terinfeksi virus corona.

Disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, hal yang sama juga berlaku bagi pasien Covid-19 yang tidak bergejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Baca Juga :  Ramai Wacana Penghapusan Honorer, Pemkab Sragen Ambil Sikap Begini. Sekda: SE Menpan Belum Jelas, Kasihan Honorer!

“Puasa Ramadan wajib dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik. Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, baik bergejala dan tidak bergejala (OTG) masuk dalam kelompok orang yang sakit,” kata Haedar Nashir dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (12/4/2021).

Sementara pengecualian kewajiban puasa bagi para tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19, dengan pertimbangan bahwa tenaga kesehatan dapat meninggalkan puasa Ramadan untuk menjaga kekebalan tubuh agar terhindari dari penularan Covid-19. Namun mereka tetap harus mengganti puasanya setelah Ramadan.

Baca Juga :  DJ Cantik Joice Digerebek Saat Pesta Sabu. Pengakuannya Katanya untuk Kepuasan...

Haedar Nashir juga menyatakan vaksinasi Covid-19 boleh dilakukan saat berpuasa dan tidak membatalkan puasa. Alasannya, vaksin Covid-19 diberikan tidak melalui mulut atau rongga tubuh lainnya, seperti hidung serta tidak memuaskan keinginan. Vaksin juga bukan merupakan zat makanan yang mengenyangkan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua