JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Pamsimas Macet, Warga Pelem, Simo, Boyolali Pun Kesulitan Air Bersih

Warga menerima bantuan air bersih / Foto: Waskita

IMG 20210430 WA0062
Warga menerima bantuan air bersih / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski masih turun hujan di beberapa wilayah di Boyolali, namun sebagian warga sudah mulai kekurangan air bersih.

Hal itu seperti  yang dirasakan oleh warga Dukuh Tejobang, Desa Pelem, Kecamatan Simo.

Penyebabnya, aliran air yang berasal dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sudah tidak mengalir sejak tujuh hari terakhir. Warga pun terpaksa membeli air bersih.

Menyikapi hal itu, Koramil 12/Simo Kodim 0724/Boyolali berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan dropping air bersih ke daerah binaannya yang sedang kekurangan air terutama di Dukuh Tejobang.

Baca Juga :  Pengendara Motor di Bawah Umur Tewas Tertabrak Truk Tangki BBM. Korban Terjatuh Saat Mendahului Motor Sebelum Tertabrak Truk

Dropping air bersih dengan menggunakan kendaraan salah satu anggota Koramil 12/Simo setempat. Warga antusias menyambut bantuan tersebut. Mereka mengeluarkan ember atau jerigen untuk menampung air bantuan.

Menurut Pelda Tri Atmoko, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi beban masyarakat. Pasalnya, sebagian besar warga termasuk golongan tidak mampu. Sehingga warga terbebani karena harus membeli air bersih.

“Ada juga yang ngangsu ke sumber air, namun jaraknya agak jauh dari kawasan dukuh,” katanya.

Dijelaskan, kesulitan air bersih hampir dipastikan terjadi di wilayah binaannya karena kejadian tersebut. Pasalnya, desa binaannya benar-benar tergantung dari instalasi Pamsimas tersebut.

Baca Juga :  Pasca Demo, Buruh Pan Brother Kembali Bekerja

Danramil12/Simo Kapten Pujiarto mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya memberikan bantuan air bersih hingga perbaikan Pamsimas rampung. Jika tidak ada bantuan, maka dipastikan menambah beban warga.

“Apalagi saat ini masyarakat masih prihatin akibat dampak Covid-19,” ujarnya.

Warga yang mampu, lanjut dia, biasanya membeli air bersih dari pengusaha air bersih keliling. Namun bagi warga yang tidak mampu, bisa patungan membeli air dan airnya dibagi bersama. Jika tidak, warga terpaksa mencari sumber air di desa lainnya.  Waskita