JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Rizieq Shihab Mengaku Tertular Covid-19 saat Penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta. Buktikan Tak Ada Klaster Covid-19 di Kerumunan Petamburan

Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada 12 Desember 2020. Foto: TEMPO / Hilman Fathurrahman W via Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Terdakwa kasus kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab mengakui bahwa dirinya tertular Covid-19 pada saat penjemputan dirinya yang baru tiba dari Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa dirinya tidak terpapar virus corona dari kerumunan di Petamburan.

Eks pimpinan Front Pembela Islam itu menyampaikan pernyataan tersebut saat sidang lanjutan kasus kerumunan Petamburan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Kamis (22/4/2021).

Dalam pernyataannya, Rizieq Shihab menyebut dirinya telah terpapar virus corona di tengah massa penjemput dirinya di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November 2020 lalu.

Sedangkan saat menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, tidak ada massa yang terpapar Covid-19, termasuk para panitia acara.

“Ustaz Sobri, ustaz Maman, ustaz Hari, ustaz Ali, ustaz Alaidrus, ada di atas panggung, di pusat kerumunan, tapi tidak ada yang terkena Covid-19. Saya sendiri terkena Covid-19 dari bandara, bukan di (acara) Maulid,” ujar Rizieq Shihab di persidangan, Kamis (22/4/2021).

Baca Juga :  Pegawai KPK yang Dinonaktifkan Siap Melawan dan Siap Buktikan Siapa yang Tak Berintegritas

Rizieq Shihab kemudian bertanya kepada mantan Lurah Petamburan Setianto yang sempat terpapar Covid-19 usai mengawasi jalannya pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan.

Rizieq Shihab mencoba bertanya dari mana dirinya tertular virus corona, namun Setianto menjawab tidak tahu. “Saya tidak tahu, karena tidak ada orang kena Covid-19 yang saya sentuh langsung,” ujar Setianto.

Pernyataan mantan lurah itu pun diklaim Rizieq semakin menguatkan dugaan tentang tak adanya klaster penularan Covid-19 dari kerumunan di Petamburan.

Apa lagi, menurut Rizieq Shihab, Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P ) Kemenkes Muhammad Budi Hidayat, yang turut bersaksi di persidangan menyatakan tak ada klaster Petamburan usai acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Tidak ada klaster ya berarti, Pak Kapolres juga bilang begitu. Dia bilang lakukan rapid test dan hasilnya non-reaktif,” ujar Rizieq.

Pada sidang lanjutan kasus kerumunan Petamburan di PN Jakarta Timur hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan 9 saksi.

Para saksi tersebut, yakni Kapolsek Tebet Komisaris Budi Cahyono, Kasatpol PP Arifin, mantan Lurah Petamburan Setianto, dan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P ) Kemenkes Muhammad Budi Hidayat.

Baca Juga :  Buruh Dilarang Mudik, 110 TKA Cina Malah Bebas Masuk RI, KSPI: Cederai Rasa Keadilan Buruh Indonesia

Kemudian juga ada anggota Bhabinkamtibmas Polsek Tebet Tamam, karyawan swasta Cecep Sutisna, pengusaha tenda Daryatul Qolbi alias Bobi, ASN Pemda DKI Yohanes Hendra Muryanto, serta pegawai Kemendagri Abda Ali.

Lebih lanjut, Rizieq Shihab mengaku bersyukur karena kerumunan di Tebet Timur, Jakarta Selatan tak diproses ke ranah hukum, seperti kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung.

Kerumunan di Tebet terjadi pada Jumat, 13 November 2020, saat Rizieq menghadiri pengajian yang diadakan gurunya Ali bin Abdurrahman Assegaf.

Dari hasil tanya jawab Rizieq dengan Kapolsek Tebet Komisaris Budi Cahyono, terungkap ada pelanggaran protokol kesehatan di sana, antara lain ada warga yang tidak memakai masker hingga massa yang tidak menjaga jarak.

“Alhamdulillah, (acara) Maulid Nabi di Tebet tidak diproses. Kalau tidak berkas perkara saya jadi empat,” kata Rizieq.

www.tempo.co