JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bos Investasi Rangrang Sugiyono Ditahan, Ada 9.537 Mitra CV MSB Sragen Yang Uangnya Belum Kembali. Astaga, Total Tunggakannya Hampir Senilai APBD Kabupaten Sragen!

Puluhan mitra CV MSB yang setia mengawal persidangan dan berharap masih bisa mendapatkan uangnya kembali dari CV MSB. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengacara Dirut CV MSB Sragen, Sugiyono, yang menjadi terdakwa kasus penipuan dan tindak pidana pencucian uang dalam bisnis investasi semut rangrang, menyebut masih ada 9.537 mitra yang berharap uangnya bisa kembali.

Dari jumlah itu, total uang kewajiban atau tunggakan CV MSB yang harus dibayar dibayar ke mitra mencapai Rp 1,5 trilyun. Nilai itu hampir mendekati dengan angka APBD Kabupaten Sragen yang ada di angka Rp 2 trilyun.

Meski demikian, terdakwa sebagai pimpinan CV sebenarnya masih berkomitmen untuk memenuhi kewajibannya membayar uang mitra.

Baca Juga :  Pengisian Perangkat Desa Gabus Sragen Diterpa Isu Panas. Santer Beredar Calon-calon Pingitan hingga Tarif Rp 500 Juta, Anak Pak Kades Tak Luput Jadi Perbincangan

“Jadi di luar 90 mitra yang melapor, ada 9537 mitra yang tidak melapor dan mereka masih berharap uang dikembalikan. Total antara modal dan keuntungan dari 9.537 mitra itu ya sekitar Rp 1,5 trilyun,” papar pengacara terdakwa, Pardiman, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (22/4/2021).

Ia menyampaikan mayoritas dari ribuan mitra itu memang masih berharap uang mereka bisa kembali. Hal itu sebenarnya juga sudah disanggupi oleh kliennya dengan membuat perjanjian di hadapan notaris.

Namun karena kondisi, pembayaran disepakati dalam beberapa tahapan. Menurut Pardiman, di tengah kondisi usaha yang berhenti memproduksi paket, kliennya sudah mengawali pembayaran 10 persen dari jadwal panen masing-masing.

Baca Juga :  UMK Sragen Tahun 2022 Ditetapkan Sebesar Rp 1.839.429. Naik Rp 9.929, Tapi Sayang Masih Terendah Kedua di Soloraya

Pembayaran itu sudah berjalan satu tahun dari tiga tahun yang disepakati.
Namun belum sampai terpenuhi tahap berikutnya, muncul laporan yang kemudian menyeret kliennya ke balik penjara.

Ia menyampaikan kliennya masih memberi angsuran terakhir pada 27 Juli 2020 ke mitra. Setelah itu pembayaran mandeg sejak kliennya dilaporkan dan ditahan Polda Jateng per 3 Agustus 2020.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua