JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Vaksin Covid-19 Tidak Batalkan Puasa, Warga Diminta Tak Takut. Dinas Sebut Karanganyar Kekurangan Vaksin, Kebutuhan 570.000 Dosis, Baru Diberi 33.238 Dosis

Vaksinasi covid-19 di Polres Pekalongan. Foto/Humas Polda

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar memastikan vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadan tetap bisa diikuti masyarakat tanpa perlu membatalkan puasanya.

Masyarakat utamanya lansia diminta tidak takut dan tetap mengikuti vaksinasi meskipun di tengah ibadah puasa ramadhan.

“Ini divaksin kedua, setelah pertama kali dulu. Sekarang masih jatahnya lansia. Saat skrining, ditanya apakah berpuasa. Mereka jawab tetap berpuasa. Enggak membatalkannya,” kata Kepala UPT Puskesmas Jaten 1, Y Iwan Christiawan kepada wartawan Rabu (14/4/2021).

Iwan menguraikan vaksinasi dosis kedua tersebut berlangsung pada hari pertama Ramadan pada Selasa (13/4/2021).

Kemudian berlanjut ke hari-hari berikutnya sampai logistik vaksinasi habis. Pemberian dosis kedua tertuju lansia, nakes serta pelayan publik.

Baca Juga :  Walau Karirnya Moncer, Anggota Komisi VIII DPR RI, Paryono Tetap Sakralkan Tradisi Sungkem Ibu

Sementara di Klinik Pratama Rawat Inap Griya Husada II Karanganyar, sebanyak 80 pegawai di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) divaksinasi dosis kedua.

“Ada 80 pegawai divaksin. Saat diskrining, mereka mengaku tetap berpuasa, khususnya bagi yang muslim. Setelah setengah jam dipantau, tidak mengalami keluhan berarti,” ujar dia.

Ia berpesan kepada warga yang sudah divaksin agar melapor jika merasakan gejala kurang sehat.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar Purwati mengatakan sebanyak 1.970 dosis vaksin telah diinjeksi pada Selasa kemarin atau hari pertama Ramadan.

“Masyarakat tetap antusias divaksin. Bahkan saat berpuasa. Lagipula MUI berfatwa bahwa vaksinnya halal dan tidak membatalkan puasa saat disuntikkan di siang hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Volume Kunjungan Wisata Tawangmangu dan Ngargoyoso Tak Terbendung. Seolah Tak Ada Lagi Rasa Takut Covid-19

Kebanyakan faskes melaksanakan vaksinasi di pagi hari. Mereka menggunakan vaksin jenis Sinovac. Purwati mengatakan pemerintah provinsi mengirim lagi 320 vial vaksin untuk mencukupi kekurangan pada dosis kedua.

“Saya menghubungi Semarang, minta kekurangan 373 vial. Diberi 320 vial. Sebenarnya kekurangan masih banyak. Dari 570 ribu dosis, baru diberi 33.238 dosis,” katanya.

Ia mengatakan waktu berselang 28 hari untuk disuntik dosis kedua setelah pemberian dosis pertama. Dalam waktu dekat, jatuh tempo gelombang dosis kedua pada 16 April dan 26 April.

“Kebanyakan bagi lansia dan nakes karena dua kelompok ini bersamaan,” jelasnya. Wardoyo