JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Blusukan Anies ke Sentra Beras Sragen dan Beberapa Daerah Dinilai Positif Dongkrak Elektabilitas. Pengamat Ungkap Kans di Pilpres 2024!

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Perpadi Jakarta, Billy Haryanto (kiri) saat mengecek produksi beras di pabrik beras Masaran, Sragen, Sabtu (24/4/2021). Foto/Wardoyo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan blusukan ke daerah sentra-sentra beras untuk memenuhi kebutuhan beras di DKI, dipandang positif oleh kalangan pengamat.

Pengamat politik sekaligus dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Pujiyono menyebut, langkah Anies seakan menyentil kebijakan pemerintah pusat terkait rencana impor beras.

“Dalam konteks ini (langkah Anies) seperti antitesis dari kebijakan pusat soal impor beras. Anies membuat antitesis yang memanfaatkan dalam negeri salah satunya dengan memaksimalkan beberapa daerah penghasil beras seperti Cilacap, Sragen dan Ngawi. Jadi secara kebijakan saya nilai positif,” ujar Pujiyono, saat dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (4/5/2021).

Menurut Pujiyono, dilihat dari berbagai sudut pandang, impor beras adalah kebijakan yang kurang tepat di saat produksi dalam negeri sudah bisa memenuhi kebutuhan.

Ia memandang, Anies melihat ini sebagai isu yang populis, karena masyarakat memandang rencana impor beras ini melukai rasa keadilan masyarakat.

Baca Juga :  Perajin Tahu Sragen Tercekik Harga Kedelai Impor, Anggota DPRD Jateng Sriyanto Saputro Desak Pemerintah Segera Intervensi. Operasi Pasar atau Rumuskan Subsidi!

“Anies menutup itu dengan antitesis yang luar biasa dengan memanfaatkan jejaring pemerintah daerah, dengan mengisi kuota kebutuhan pangan di ibukota dengan bekerjasama dengan Sragen dan daerah lain,” terangnya.

Langkah Anies tersebut, lanjut Pujiyono, sejalan dengan harapan dan keinginan masyarakat. Sehingga wajar jika hal ini akan mampu mendongkrak elektabilitas Anies di mata masyarakat.

“Langkah Anies itu sejalan dengan harapan petani, sehingga wajar karena ini isinya populis kemudian elektabilitasnya meningkat,” kata dia.

Pujiyono menyebut, apa yang dilakukan Anies sebenarnya bisa dilakukan oleh pejabat lain yang namanya juga beredar di bursa calon presiden. Namun, Anies memiliki keunggulan karena lebih dulu menangkap peluang ini.

“Keunggulan orang yang menjabat itu bisa memaksimalkan banyak kebijakan, termasuk Pak Anies ini kebijakannya sebenarnya baik, bahkan menurut saya out of the box. Itu bagus, apa yang tidak dipikirkan oleh daerah lain atau bahkan pusat sekalipun, itu yang kemudian dilakukan oleh Anies,” urainya.

Baca Juga :  Terima Sembako Demokrat, Sejumlah Tukang Becak di Sragen Ditanya Masih Ingat SBY? Ternyata Jawabannya Bikin Kaget hingga Muncul Wacana Mas Bro Maju Cawabup di 2024!
IMG 20210504 141449
Pujiyono. Foto/Wardoyo

Pujiyono menilai wajar jika setiap kebijakan Anies banyak dikaitkan dengan Pilpres 2024.

Pasalnya, nama Anies sejak awal sudah mencuat dalam bursa capres 2024 bersama sejumlah tokoh seperti Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini.

“Jangankan Anies, siapapun bisa melakukan itu. Pak Anies, Pak Ganjar, Bu Risma dan semua yang sekarang saat ini menjabat, kemudian dikaitkan dengan persiapan (Pilpres) 2024, dimana Pak Jokowi sesuai konstitusi tidak bisa mencalonkan lagi,” ungkapnya.

Namun, Pujiyono menambahkan, perlu disadari bahwa Anies adalah tokoh non-partai. Sehingga peluang Anies tetap tak bisa dilepaskan dari dukungan partai.

“Kuncinya 20 persen kursi partai. Nah, Anies ini sosok non partai, dia tidak pemegang kunci seperti ketua partai yang lain. Sehingga itu tidak bisa ditentukan oleh Anies sendiri, tetapi juga bagaimana para ketua partai mengarahkan partainya di menjelang 2024,” pungkasnya. Wardoyo