JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cantik dan Jualannya Laris Banget, Keluarga Yakin Asih Dewi Si Penjual Siomai Goreng asal Sukodono Sragen Jadi Korban Hipnotis. Sudah 6 Hari Belum Ada Tanda Ditemukan, 2 Anaknya Tak Henti Menanyakan

Wajah Asih Dewi Lestari, Mama muda asal Sukodono Sragen yang dilaporkan hilang misterius sejak 4 hari lalu. Foto/Wardoyo


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Kasus penjual siomai goreng bernama Asih Dewi Lestari (25) yang dilaporkan hilang misterius sejak Rabu (26/5/2021) hingga kini masih menyisakan misteri.

Enam hari berlalu, hingga kini keberadaan ibu dua anak yang dikenal berparas cantik itu belum juga ada tanda-tanda ditemukan.

Keluarga meyakini Asih hilang karena korban tindak kejahatan gendam atau hipnotis. Sebab selama ini, wanita yang dikenal baik hati hingga banyak pelanggan itu dikenal tak neko-neko.

“Keluarga meyakini itu bukan kehendak Dewi (Asih). Seperti kena gendam atau hipnotis. Karena selama ini dia jualan siomainya memang laris dan banyak pelanggan. Kebetulan orangnya cantik juga baik hati. Dia nggak ada masalah apapun dengan keluarga dan siapapun,” papar tokoh masyarakat sekaligus tetangga korban, S. Jadi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (31/5/2021).

Kecurigaan digendam itu juga diperkuat dari kejanggalan yang dirasakan saat hari kejadian. Sebab Asih diketahui pergi tanpa membawa pakaian atau barang apapun.

Kemudian yang bersangkutan juga membawa HP berikut dusbooknya. Saat mencoba dihubungi, nomor HP dan WA-nya sudah tidak aktif.

“Kemungkinan sudah diganti dengan nomor baru,” terang Jadi.

Sejak ditinggal pergi ibunya, dua anaknya yang masih kecil dilaporkan terus menangis. Tidak hanya itu, neneknya juga dikabarkan juga menangis serta berharap Asih segera ditemukan.

“Tadi sore kami ke rumahnya, kondisi keluarga sangat memprihatinkan. Saya sampai nggak tega melihatnya. Kedua anaknya yang masih kecil nangis nyari dan nanyakan ibunya. Apalagi tiap malam mau tidur mesti nangis mencari ibunya,” papar tokoh masyarakat sekaligus tetangga korban, S. Jadi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (30/5/2021).

Jadi menuturkan sejak hilang misterius Rabu (26/5/2021) pagi, hingga kini Asih belum diketahui keberadaannya. Pencarian terkendala karena nomor HP maupun whatsapp sudah tidak bisa dihubungi dan dikontak lagi.

Terlebih saat pergi, wanita berparas cantik itu juga tak pamit dan tidak ada pesan apapun.

“Sudah lima hari belum ada kabarnya. Anaknya kan 2 dan di rumah sama simbahe. Tadi malam simbahe pesan ke suami Dewi (Asih) pesene ngko nek muleh aja mbok pegat yo le. Pesen gitu sambil nangis. Dijawab sama Mas Dwi (suami Asih) nboten Mbah tetep kula tampi, kula trima kok. Kula yakin niki Dewi nembe lali. Lihat itu, saya trenyuh dan mbrebes sendiri Mas,” tuturnya.

Jadi menjelaskan dirinya juga berjibaku ikut membantu pencarian. Dua hari lalu, membantu mencari ke kos-kosan di belakang UNS dan Hotel Loji Solo karena ada informasi itu.

Namun juga tidak ada. Hari ini, Minggu (30/5/2021) dirinya bersama sang suami juga mencari ke Tawangmangu Karanganyar.

Baca Juga :  Dengar Bansosnya Diblokir Kalau Belum Vaksin, Nenek-Nenek di Sragen Langsung Nangis Histeris. Bupati Akhirnya Tak Tega

Tidak hanya itu, puluhan pemuda karang taruna juga terus membantu mencari setiap ada informasi yang mengarah keberadaan Asih.

“Ini bentuk solidaritas karena Mas Dwi itu pemuda yang rajin dan sregep. Makanya pemuda karang taruna berempati dan ikut membantu nyari,” jelas Jadi.

Selain siap menerima, sang suami juga menyampaikan pesan mengharukan. Dia hanya berharap istrinya bisa segera pulang kembali berkumpul keluarga.

Sebab ia meyakini apa yang dialami istrinya saat ini, bukan kehendak istrinya.

“Suaminya yakin itu bukan kehendak Dewi. Seperti kena pengaruh nggak wajar. Karena semua tahu, Dewi itu orangnya baik dan nggak neko-neko serta baik hati. Suaminya bilang sangat sayang Dewi, bahkan dia rela kerja merantau di Jakarta juga untuk menyenangkan Dewi. Kerjaannya juga lumayan sukses, sudah bisa beli 2 motor baru,” tutur Jadi.

Di bagian akhir, Jadi berharap dan berdoa Dewi segera tersadar dan sesegera mungkin kembali kepada keluarga. Sebab keluarga dan anak serta neneknya sudah sangat merindukan kehadirannya.

“Keluarga menyatakan sudah siap menerima kembali. Tidak perlu takut, kasihan anak-anaknya tiap malam nangis terus mencari ibunya. Harapan kami warga atau siapapun yang mengetahui keberadaan Dewi seperti di foto-foto yang kami unggah di media, bisa menghubungi keluarga,” tandas Jadi.

Ibu muda dua anak yang diketahui berprofesi memiliki usaha jualan siomai dan bakso goreng di rumahnya Dukuh Tirto Mulyo, RT 7, Desa Bendo, Sukodono, itu dilaporkan meninggalkan rumah sejak Rabu (26/5/2021) pagi pukul 06.00 WIB.

Paras cantiknya dan sifatnya yang dikenal supel serta ramah membuat jualan siomai dan bakso gorengnya jadi terkenal laris serta banyak pelanggan.

“Usahanya jualan siomai dan bakso goreng di rumah. Ramai banget memang dan pelanggannya juga banyak. Laris banget. Kebetulan Dewi (panggilan Asih) itu parasnya cantik dan baik hati juga,” urai Jadi.

Asih diketahui sudah berumahtangga dan bersuami Dwi Nugroho (31). Dari rumah tangga mereka, dikaruniai dua orang anak.

Anak yang pertama berusia 7 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SD berinisial JG, sedangkan anak kedua masih berusia dua tahun berinisial RM.

Dwi berprofesi sebagai sopir ayam yang mengirim pasokan ayam ke Jakarta. Dua atau tiga bulan sekali baru pulang ke rumah.

Jadi menguraikan di mata warga selama ini, Asih dikenal sebagai sosok yang baik.

Menurutnya, hampir tidak ada masalah dengan siapapun sehingga warga dan keluarga juga kaget tiba-tiba Dewi menghilang tanpa pesan pada Rabu (26/5/2021) lalu.

“Hari Rabu itu suaminya mau touring pakai motor ke Candi Cetho Karanganyar bersama beberapa pemuda. Dia itu juga sregep di karang taruna dan supel. Kebetulan libur jadi mau touring,” urainya.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Gudang Beras dan Penggilingan PB Kawan Tani Sragen. Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Saat mau pamit, Dwi sedikit kaget istrinya sudah tidak ada di rumah. Pagi itu ia pun berangkat touring dan hanya mengira istrinya pergi sebentar.

Namun ternyata sampai pulang dari touring, Dwi mendapati istrinya belum juga pulang. Bahkan sampai sore hingga malam tak kunjung diketahui.

Sang suami pun berusaha mencari ke rumah saudara dan keluarga dibantu puluhan pemuda karang taruna. Hingga Sabtu (29/5/2021) malam, belum ada informasi di mana keberadaan Asih.

“Harapan kami dan keluarga bisa segera ditemukan dan pulang kembali berkumpul keluarga. Kasihan anak-anaknya dan simbahnya yang nangis terus menanyakan ibunya,” tukasnya.

Kakak ipar Asih, Aprestian Wijaya kepada wartawan membenarkan menghilangnya Asih. Adik iparnya itu terakhir kali meninggalkan rumah, Rabu (26/5/2021) pagi tanpa ada pamit maupun pesan ke keluarga.

Dari keterangan keluarga, Asih diduga sengaja memanfaatkan kelengahan untuk pergi. Saat itu, suaminya masih tidur dan simbahnya juga masih sibuk di rumah.

“Pergi dari rumah itu pagi hari, antara pukul 05.30 sampai 07.00 WIB. Perginya kaya nglimpe (nilap), waktu suaminya masih tidur, mbahe masih di dapur,” paparnya, Jumat (28/5/2021).

Apres menyampaikan pihak tetangga juga tidak ada yang melihat kepergian Asih. Satu-satunya saksi mata adalah anak Asih yang masih berumur 5 tahun.

Menurut keterangan anaknya, sebelum pergi, Asih sempat memberikan HP yang diputarkan video YouTube.

“Waktu mau pergi, anaknya yang besar umur 5 tahun dipegangin HP disetelkan YouTube. Dia bilang ‘ini nak, hapenya untuk main sama adiknya jangan rebutan ya’. Terus dia keluar rumah,” tutur Aprestian.

Meski tak ada yang mengetahui persis kepergiannya, ia meyakini Asih meninggalkan rumah dengan jalan kaki. Saat pergi, Asih diketahui juga tidak membawa tas ataupun pakaian.

Sebab semua barang tas atau pakaian masih ada di rumah.

“Cuma bawa (kartu ) ATM milik suami sama KTP,” imbuhnya. Wardoyo