JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cerita Pahitnya Buruh di Sragen Jelang Lebaran. Sudah THR Dijatah Tak Utuh, Bayarnya Dicicil Sampai 4 Bulan, Mau Berontak Diancam Pecat!

Ilustrasi pusing

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kalangan buruh di sejumlah perusahaan dan pabrik di Sragen mengeluhkan pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang dinilai tak sesuai aturan.

Tidak hanya besarannya yang di bawah ketentuan, pembayarannya juga akan dicicil. Padahal Kementerian Tenaga Kerja sudah menegaskan bahwa perusahaan wajib membayar THR penuh dan tidak boleh dicicil maksimal H-7 sebelum hari raya Lebaran.

Keluhan itu mencuat dari buruh pabrik di beberapa wilayah di Sragen. Beberapa di antaranya adalah buruh di pabrik tekstil di wilayah Sidoharjo dan Sambungmacan.

Baca Juga :  Innalillahi, Kades Singopadu Sragen Meninggal Dunia Didera Stroke. Sempat Terapi Syaraf di Klaten

Salah satu buruh sebuah pabrik di Sambungmacan, S (25) menuturkan, saat ini dia dan buruh lainnya resah dengan kebijakan perusahaannya dalam membayar THR.

Advertisement

Sebab perusahaan berencana memberikan THR tidak sesuai dengan aturan pemerintah. Di mana THR akan dibayar hanya 70 persen dari ketentuan yang harusnya diterima buruh.

“Jelas pada resah, karena kemarin disampaikan THR hanya akan dikasih 70 persen. Rinciannya 30 persen dibayarkan bareng gaji, yang 40 persen dihutang lalu bayarnya dicicil selama 4 bulan,” ujarnya diamini buruh lainnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (1/5/2021).

Baca Juga :  Fasilitas Lebih Menarik, Ratusan Warga Rame-Rame Pilih Vaksinasi Dosis Kedua di Kediaman Bambang Samekto. Puan Menyapa Alhamdulillah Wis Vaksin

S menuturkan tidak hanya itu, perusahaan juga sudah mulai main ancam jika buruh bereaksi menolak atau menuntut hak.

Bahkan, sempat pula muncul ancaman jika ada yang sampai melapor ke dinas, maka akan langsung diberhentikan atau di-cut.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua