JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Baru Sehari Partai Ummat Besutan Amien Rais Dideklarasikan, Sudah Muncul Sindiran Sebagai Partai Oligarki

Amien Rais / tribunnews

20210501 064422
Amien Rais / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Baru saja sehari dideklarasikan, Partai Ummat Besutan Amien Rais sudah menunjukkan bakal munculnya benih-benih polemik.

Hal itu bermula dari penunjukan Ridho Rahmadi yang tak lain menantu Amien Rais sendiri, sebagai Ketua Umum.

Faktanya, baru sehari menjabat sebagai Ketua Umum Partai Ummat, sudah muncul sindiran mengenai penunjukan Ridho Rahmadi tersebut.

Sindiran itu disampaikan oleh politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Guspardi Gaus. Dia menyindir bahwa ada oligarki di tubuh Partai Ummat yang dideklarasikan Amien Rais.

Pasalnya, menantu Amien didapuk menjadi Ketua Umum Partai Ummat, yakni Ridho Rahmadi,  sementara Amien Rais sendiri menjadi Ketua Majelis Syuro.

“Karena ini menantu Pak Amien, masyarakat akan menilai apakah praktik oligarki atau partai dibentuk dalam sistem kerajaan telah berlaku pada Partai Ummat. Tentu masyarakat sudah cerdas, kita persilakan masyarakat menilai,” kata Guspardi kepada wartawan, Jumat (30/4/2021).

Legislator asal Sumatera Barat ini enggan berspekulasi apakah Partai Ummat sengaja didirikan Amien untuk membangun dinasti politik atau tidak.

Menurut dia, masyarakat yang akan menilai tujuan Amien mendirikan partai tersebut.

Baca Juga :  Dalam Seleksi TWK,  Pegawai  KPK Sempat  Ditanyai Soal Pribadi Sampai  Kemungkinan Jadi  Isteri Kedua

Diketahui, Ridho Rahmadi lebih dikenal sebagai ahli di bidang sains data, machine learning, dan secara khusus dalam konteks pemodelan kausal.

Dia juga tercatat sebagai staf pengajar di Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII) sejak 2009.

“Sebelum jadi Ketum Ummat, sudah banyak berita yang mengatakan bahwa mas Ridho adalah menantu Pak Amien, seorang doktor Ph.d bidang IT dan dosen di UII. Semua orang itu sudah mengetahui dan memahami, tentu bagaimana respons masyarakat terhadap partai yang didirikan oleh Pak Amien, tentu silakan masyarakat yang menilai,” ucapnya.

Lebih lanjut, Anggota Komisi II DPR RI itu menegaskan, partainya tidak terganggu atau merasa tersaingi dengan kehadiran Partai Ummat.

Menurut dia, PAN menyatakan setiap warga negara berhak mendirikan sebuah partai. Tinggal bagaimana menjadi suatu organisasi politik yang mampu mewadahi aspirasi masyarakat lewat pemilu.

Baca Juga :  Penerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Jokowi Ini Akankah Dipecat dari KPK Karena Tak Lolos TWK?

Guspardi mengingatkan bahwa syarat untuk menjadi peserta pemilu tidak mudah. Apalagi untuk sampai mendapat kursi di DPR di Senayan.

“Ini bagian aktualisasi daripada demokrasi. Cuma untuk menjadi peserta pemilu tentu harus dipenuhi pula persyaratan-persyaratan untuk menjadi partai politik peserta pemilu,” ujar Anggota Baleg DPR RI tersebut.

“Setelah itu ada lagi langkah lain, untuk bisa berada di senayan harus bisa memenuhi parliamentary threshold, dan biasanya partai baru sulit dan susah untuk bisa capai hal demikian,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Amien Rais resmi mendeklarasikan Partai Ummat.

Deklarasi dilaksanakan bertepatan pada tanggal 17 Ramadan 1442 Hijriah atau Kamis (29/4/2021).

“Atas nama pendiri, pimpinan, kader dan anggota Partai Ummat, pada tanggal 17 Ramadan 1442 Hijriah bertepatan dengan 29 April 2021 Masehi, Bismillahirrahmanirrahim saya deklarasikan kelahiran Partai Umat di persada bumi pertiwi Indonesia yang kita cintai bersama,” ujar Amien dalam tayangan video di kanal Youtube Amien Rais Official, Kamis (29/4/2021).

www.tribunnews.com