JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dibuka Mulai Hari Ini, Pasar Sore Ramadhan Desa Ngrombo Plupuh Tawarkan Aneka Jajanan dan Produk Olahan Puluhan UMKM. Diprakarsai Karang Taruna, Diapresiasi hingga Anggota DPR RI

Salah satu stan kuliner khas ramadhan di Pasar Sore Ramadhan Dukuh Bulurejo, Desa Ngrombo, Plupuh, Sragen yang resmi dibuka hari ini, Senin (3/5/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sepuluh hari menjelang Lebaran, Karang Taruna Desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh, Sragen menggelar Pasar Sore Ramadhan.

Tak kurang dari 30 pedagang kuliner dan aneka produk olahan UMKM di wilayah desa setempat turut ambil bagian di pasar dadakan yang berlokasi di sepanjang jalan Dukuh Bulurejo, Desa Ngrombo itu.

Pasar Sore Ramadhan itu resmi dibuka Senin (3/5/2021) sore oleh anggota DPR RI dari PKB, Luluk Nur Hamidah bersama Muspika dan tokoh setempat.

Hadir dalam peresmian di antaranya Camat Plupuh Sumarno, mantan anggota DPRD setempat Giyanto, Kades Ngrombo Eko Wahyu Mamat dan jajaran Polsek serta Koramil.

Ketua Panitia, Tito Andika Putra mengatakan Pasar Sore Ramadhan itu merupakan agenda rutin tahunan di setiap bulan ramadhan yang diprakarsai Karang Taruna Karya Muda desa setempat.

Ada 30 pedagang kuliner, aneka jajanan dan produk olahan dari UMKM di desanya yang dibuatkan Stan untuk menjajakan dagangannya.

“Tahun ini kita gelar dengan bakti sosial membaiknya 60 paket sembako untuk warga tidak mampu. Ide awalnya pasar sore ramadhan ini memang digagas untuk menampung aspirasi UMKM utamanya di Dukuh Bulurejo,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , seusai pembukaan.

Baca Juga :  Waspada, 49 Warga Sragen Kembali Terpapar dan 1 Meninggal Dunia Hari Ini. Total Kasus Covid-19 Capai 6.665, 446 Korban Meninggal

Pasar sore itu akan dibuka selama 10 hari ke depan sampai H-1 Lebaran. Ia berharap pasar sore itu bisa mengangkat perekonomian para pelaku UMKM dan pedagang di wilayahnya yang selama hampir setahun lebih terdampak covid-19.

Anggota DPR RI, Luluk Nur Hamidah didampingi camat dan Kades Ngrombo saat membuka Pasar Sore Ramadhan, Senin (3/5/2021). Foto/Wardoyo

Menurutnya dampak pandemi telah membuat banyak pedagang dan UMKM menganggur. Adanya pasar sore itu diharapkan bisa menjadi ajang mewadahi para pelaku UMKM yang bermunculan di masa pandemi.

“Karena masih pandemi, kami juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kita berkoordinasi dengan Satgas kecamatan. Semua yang datang dicek suhu dan disemprot desinfektan,” tukasnya.

Kades Ngrombo, Eko Wahyu Mamat mengapresiasi kreativitas karang taruna di Bulurejo yang berinisiatif menggelar pasar sore ramadhan itu.

Menurutnya hal itu sangat positif untuk memberi peluang bagi pelaku UMKM dan pedagang di wilayahnya untuk bisa menaikkan ekonomi yang sempat terpuruk akibat pandemi.

“Di sini banyak pedagang karena kebetulan ada pasar desa juga. Nah melihat situasi ekonomi sejak adanya pandemi banyak yang mengeluh mau jualan apa. Akhirnya kita padukan dengan karang taruna sehingga terwujud pasar sore ini. Yang dijual beragam utamanya kuliner, jajanan pasar, menu ramadhan, dan sayur serta kebutuhan pokok setiap hari. Meski baru tahun pertama dan dadakan, tapi Alhamdulillah antusias warga sangat bagus,” terangnya.

Baca Juga :  Sempat Pindah Rumah Sakit, Kades Sambirejo Sragen Tenyata Positif Covid-19 Usai Salaman dengan Warganya dari Klaster Masjid. Sang Imam yang Pertama Kali Terpapar Malah Sempat Tak Percaya Covid-19

Angkat Ekonomi

Senada Camat Plupuh, Sumarno yang hadir mewakili bupati sangat mengapresiasi kreativitas karang taruna Bulurejo itu. Menurutnya ajang pasar sore itu sangat bagus untuk menunjukkan potensi desa dan diharapkan bisa menggerakkan ekonomi warga di tengah situasi pandemi ini.

“Mudah-mudahan bisa jadi agenda rutin terus. Pesan kami tetap jaga prokes dan kesehatan lingkungan,” terangnya.

IMG 20210503 WA0097
Ketua panitia, Tito Andika Putra. Foto/Wardoyo

Senada, anggota DPR RI, Luluk Nur Hamidah juga merespon kreativitas karang taruna Desa Ngrombo itu. Ia memandang adanya pasar sore itu sangat potensial untuk memberdayakan ekonomi UMKM setempat.

Legislator Komisi IV itu juga sangat terkesan dengan karang taruna di Bulurejo yang kreatif menyiasati pandemi dengan mencoba tetap memberikan hiburan bagi rakyat.

Namun juga mendatangkan manfaat ekonomi karena orang-orang dan pelaku UMKM mendapat wadah untuk bisa berjualan.

“Sebagai awalan, kegiatan ini cukup sukses apalagi semua tetap komitmen menjaga prokes. Tadi juga ada atraksi hiburan tradisional yang menunjukkan ada keberagaman dan keislaman yang adaptif terhadap budaya lokal. Kami akan dukung terus kegiatan seperti ini,” tandasnya. Wardoyo