JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Emak-emak Ini Menantang Petugas Siap Masuk Penjara Saat Terjaring Penyekatan Arus Mudik

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi, Ojo Ruslani, turun ke jalan di tengah-tengah para pengendara motor, di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Bekasi-Karawang, Minggu (9/5/2021) / tribunnews
PPDB
PPDB
PPDB

KARAWANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Emak-emak ini sungguh nekat. Sudah terjaring penyekatan arus mudik lebaran 2021 dan diminta putar balik, ia justru menantang siap masuk penjara.

Seorang emak-emak yang ogah putar balik itu saat terkena razia di pos penyekatan mudik Tanjungpura, Karawang, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari.

Perempuan bernama Carlina (41) itu mengaku nekat mudik karena sudah enam tahun tidak bertemu dengan anaknya.

Carlina hendak mudik  dari Bogor Jawa Barat ke Pemalang. Dia terlibat debat dengan kepolisian saat diminta putar balik.

Ia menolak diminta putar balik karena sudah bertahun-tahun tak berkumpul dengan anaknya di Kampung Halaman.

Saat diminta putar balik, ia langsung menghentikan sepeda motornya tepat di depan barisan petugas gabungan.

“Saya enggak mau (putar balik). Lebih baik dipenjara daripada dengar anak saya nangis,” ujar Carliana kepada petugas.

Meski sempat emosi dan beradu argumen, Carliana kemudian bersedia diajak menepi dan ditenangkan.

Kepada Kasat Lantas Polres Karawangm, AKP Rizky Adi Saputra, Carlina menuturkan alsannya ngotot ingin mudik.

Ia mengaku tak kuat lagi menahan tangis sang anak yang sudah sangat rindu ingin bertemu Carlina.

Dengan berbagai pertimbangan, Carlina kemudian diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.

“Sekarang foto sama saya, sebagai bukti diizinkan melanjutkan perjalanan secara lisan,” kata Rizky kepada Carliana.

“Silakan tunjukkan pada petugas di pos selanjutnya. Namun, hanya berlaku di wilayah Karawang saja,” sambungnya.

Carliana bercerita bahwa sejak pulang sebagai TKI dari Taiwan, ia belum bisa berkumpul dengan seluruh anak-anaknya.

Terutama sang anak bungsu yang duduk di bangku SMP dan mondok di pesantren.

“Kalau anak nangis saya enggak bisa tahan,” kata dia.

Ia selama ini diketahui bekerja di Taiwan. Namun belakangan, ia tak bisa kembali ke sana karena negara tersebut menutup kedatangan tenaga asing karena pandemi Covid-19.

Ia pun kini mengaku bekerja di Bogor.

“Pandemi ini benar-benar (berdampak) pada saya,” kata dia.

Banyaknya warga yang nekat mudik diprediksi akan membuat angka positif covid-19 meningkat. Berita dan video warga nekat mudik tersebar di media massa.

Banyak yang terpaksa putar balik karena ketatnya penjagaan. Namun juga ada penyekatan yang dijebol pemudik tanpa memedulikan lagi bahaya Covid-19.

Padahal hasil tes acak kepada sekitar 60.000 pemudik ditemukan fakta lebih dari 4.000 pemudik positif covid-19.

Fakta itu disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto. Ia menyatakan bahwa lebih dari 4.000 pemudik terkonfirmasi positif Covid-19.

Hasil ini berdasarkan tes covid-19 yang dilakukan secara acak terhadap para pemudik di sejumlah lokasi yang berbeda.

Pemerintah menyatakan telah melakukan tes covid-19 secara acak kepada lebih dari 6.000 pemudik di pos penyekatan mudik. Hasilnya, 4.123 orang teridentifikasi positif covid-19.

“Pengetatan (larangan mudik) oleh Polri di 381 lokasi dan Operasi Ketupat. Jumlah pemudik random testing dari 6.742, konfirmasi positif 4.123 orang,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin (10/5/2020).

www.tribunnews.com