JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

PDAM Sragen Prediksi Kenaikan Konsumsi Air Pada Lebaran Melonjak 22 %. Ini Jam-Jam yang Diperkirakan Puncak Penggunaan!

Jajaran direktur PDAM Sragen saat melakukan konferensi pers. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtonegoro Sragen memperkirakan pemakaian air selama perayaan Idul Fitri H-1 sampai H+1 Lebaran bakal melonjak hingga 22 persen lebih.

Meski demikian, PDAM sudah mengantisipasi dengan melakukan berbagai persiapan.

Direktur Utama PDAM Tirto Negoro Supardi mengatakan berdasarkan tren setiap tahun, dampak dari aktivitas masyarakat pada Lebaran memang menaikkan konsumsi air.

Kenaikan pemakaian air selama Lebaran diperkirakan sampai 22 persen. Kenaikan itu dikarenakan adanya sebagian warga yang tetap mudik meski sudah ada larangan mudik.

Didampingi Direktur Umum Handoko dan Direktur Teknik, Samuel Rudhianto, Direktur Utama PDAM Tirto Negoro, Supardi mengatakan berkaca dari tahun-tahun sebelumnya biasanya aktifitas masyarakat meningkat, seperti untuk masak-memasak.

Puncak penggunaan air biasanya terjadi pada waktu idul fitri setelah Subuh sampai jam 6 pagi. Hal itu biasanya terjadi karena masyarakat mandi dan wudu dalam waktu hampir bersamaan.

Guna mengantisipasi lonjakan, PDAM sudah memetakan sejak dua bulan lalu. Pemetaan dilakukan untuk mendeteksi apa saja yang harus dilakukan menghadapi puncak pemakaian air.

Menurutnya semua mesin pompa, panel, mesin listrik, dan cadangan diesel, dalam kondisi ready dan terus dilakukan pemanasan.

“Puncaknya jam 05.00-06.00 itu. Mudahan H-1 dan H+1 bisa lancar,” paparnya kepada wartawan kemarin.

Supardi menjelaskan biasanya kenaikan konsumsi pada tahun sebelumnya pada momentum hari raya idul Fitri naik 20 persen. Utamanya di daerah pedesaan karena banyak warga yang pulang kampung.

Namun dengan larangan mudik ini kondisinya berbalik, wilayah perkotaan perumahan yang biasanya kosong ditinggal mudik, tahun ini masih berpenghuni.

Sehingga prediksi kenaikan pemakaian air itu tetap sama, kisaran 22 persen.

“Tahun kemarin naik 22 persen. Hitungan kita tidak ada yang mengkhawatirkan pompa dan cadangan recervoir,” terangnya.

Sementara, Direktur Umum PDAM Handoko menyampaikan terkait layanan hari lebaran tidak hanya peranti pompa air yang disiapkan.

Manakala ada wilayah yang kekurangan air maka droping menggunakan tangki akan dilakukan.

“ini bagian dari pelayanan semua lini semua titik ada karyawan yang piket. Kita siapkan mobil tangki juga dan tetap protokol kesehatan juga. Harapan kami sekecil apapun kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” jelasnya.

Direktur Teknik Samuel juga menambahkan bahwa PDAM rutin melakukan perawatan sehingga menghadapi momen khusus seperti lebaran semua dijamin siap.

Hanya saja saat lebaran nanti karyawan dan teknisi diberlakukan sistem piket, sehingga penanganan gangguan pelanggan harus bergiliran. Wardoyo