JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jenazah Ustadz Positif Covid-19 Nekat Dimakamkan Sendiri, Istri dan Anaknya Akhirnya Malah Ikut Tertular Positif. Minta Diisolasi di Rumah Saja, Santri-Santri Kontak Erat Bakal Diswab!

Ratusan santri dan warga saat memberikan penghormatan dan doa terakhir untuk ustadz MH yang meninggal dengan hasil swab positif covid-19, Jumat (7/5/2021). Foto/Istimewa
PPDB
PPDB
PPDB

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus pemakaman ustadz berinisial MH (72) asal Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen yang meninggal positif covid-19 dan nekat dimakamkan sendiri oleh para santri, berbuntut panjang.

Imbas dari pemakaman itu, dua anggota keluarga yang sempat kontak erat akhirnya dilaporkan ikut terpapar covid-19, Rabu (12/5/2021).

Keduanya adalah istri almarhum dan anak perempuannya. Mereka diswab pada Senin (10/5/2021) oleh petugas kesehatan dan hasilnya keluar tadi malam, Selasa (11/4/2021).

“Berdasarkan laporan dinas kesehatan (DKK), dua orang anggota keluarga almarhum yang diswab kemarin, semua hasilnya positif terkonfirmasi Covid-19,” papar Pelaksana Harian (PLH) Bupati Sragen, Tatag Prabawanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (12/5/2021).

Menurutnya, hasil itu juga sudah disampaikan kepada keluarga yang bersambutan. Dari hasil koordinasi, keduanya meminta agar isolasi mandiri di rumah saja dengan pengawasan lingkungan dan satgas.

Baca Juga :  Usai Cetak Rekor Tertinggi, Covid-19 Sragen Terus Meledak. Hari ini 135 Warga Kembali Positif Terpapar dan 2 Meninggal, Total Sudah 8.267 Positif dan 570 Warga Meninggal Dunia

“Mereka minta isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan jogo tonggo dan Satgas desa,” terangnya.

Tatag menyampaikan dengan hasil positif itu, maka dinas dan Puskesmas akan segera menindaklanjuti dengan melakukan pelacakan kontak erat.

Selanjutnya, akan dilakukan swab tes terhadap semua mereka yang kontak erat. Termasuk santri-santri yang memakamkan, juga akan dilacak dan diswab.

“Karena pemakaman kemarin tidak sesuai dengan protokol kesehatan tapi dilakukan oleh santri, maka Pemkab mengimbau semua yang kontak erat dengan jenazah maupun pada saat pemakaman, kami minta keikhlasannya untuk diswab. Semua demi keselamatan dan mencegah agar virus tak semakin menyebar,” terangnya.

Baca Juga :  Waduh, Dikunjungi Gubernur, Pasien Covid-19 di Technopark Sragen Teriak-Teriak Minta Bantal dan Air Mati Sampai Tak Bisa Mandi

Sebelumnya, anak almarhum MH, Taufiqurrahman tak menampik bahwa jenazah bapaknya memang dimakamkan bukan oleh petugas berpakaian APD lengkap. Akan tetapi dimakamkan oleh para santri dari mana-mana.

“Saya nggak hafal santrinya karena dari mana-mana,” kata dia.

Meski demikian pihaknya mengaku bahwa keluarga sudah siap jika memang harus diswab. Bahkan, Senin (10/5/2021), ada dua anggota keluarga yakni ibu dan adiknya yang diswab.

“Saya anaknya, juga mau swab katanya nanti menyusul kalau sudah keluar hasilnya yang dua. Ya saya ikut, terus kakak saya yang dekat dengan ayah saya juga siap diswab. Jadi kami nggak pernah menolak kalau dimakamkan protokol kesehatan atau menolak diswab,” tukasnya. Wardoyo

[sharethis-reaction-buttons]