JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Konsisten Luncurkan Lava Pijar, Status Merapi Masih Tetap Siaga

Guguran material batu pijar (rock fall) Merapi terus berlangsung hingga Selasa (23/2/2021) dini hari. Pengamatan dan pemotretan sejak Senin (22/2/2021) sekira pukul 21.30 WIB hingga pergantian hari, terjadi belasan kali guguran / tribunnews
PPDB
PPDB
PPDB

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sampai dengan Sabtu (8/5/2021), kondisi gunung Merapi masih konsisten stabil, dan status untuk Merapi tidak berubah, yakni di status Siaga.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida dalam keterangannya, Sabtu (8/5/2021).

Hanik  menyatakan, aktivitas Gunung Merapi masih tinggi berdasarkan pengamatan 30 April sampai 6 Mei 2021, sehingga belum ada perubahan status.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” katanya.

Hanik menjelaskan sepanjang pengamatan sepekan, Merapi 12 kali melontarkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya.

Baca Juga :  DIY Berbenah untuk Garap Kebijakan Work From Yogyakarta

Gunung Merapi juga terpantau 74 kali meluncurkan guguran lava dengan estimasi jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya dan dua kali ke arah tenggara sejauh 600 meter.

“Intensitas kegempaan pada pekan ini lebih tinggi dibandingkan pekan lalu,” ujar Hanik.

Berdasarkan catatan BPPTKG, volume dua kubah lava di Gunung Merapi terus mengalami peningkatan.

Volume kubah lava yang berada di tengah kawah puncak Gunung Merapi diperkirakan telah mencapai 1.700.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 14.000 meter kubik per hari.

Baca Juga :  Penularan Covid-19 di Kota Yogya Masih Tinggi. Ditemukan 60 Warga Satu Kampung Terpapar

Sedangkan volume kubah di sektor barat daya berdasarkan hasil analisis foto sebesar 1.100.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 17.000 meter kubik per hari.

Sementara itu, deformasi atau perubahan bentuk tubuh Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini juga tidak menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 0,6 cm per hari.

“Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Merapi,” kata dia.

BPPTKG sampai sekarang mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

www.tempo.co

[sharethis-reaction-buttons]