JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengenal Sosok Sarwito, Ustadz Asal Grobogan yang Terkenal Usai Rintis Usaha Warung Apung di WKO Sragen. Tergerak Buka Warung Usai Ditangisi Warga, Berharap Bisa Berdayakan Ekonomi Sambil Syiar Agama (Bagian 3)

Ustadz Sarwito dan sang istri. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tak hanya sosoknya yang dikenal bersahaja, Ustadz Abdul Rohman Sarwito juga dikenal dengan jiwa kepeduliannya.

Meski secara ekonomi sudah mapan sebagai pemborong proyek konstruksi PT Waskita, nalurinya untuk membuka warung itu muncul ketika bertandang ke Boyolayar dan banyak mendapat curhat warga sekitar.

Sarwito pun menceritakan kehidupannya memang sedikit banyak memiliki benang merah sejarah pembangunan WKO.

Ia menceritakan dulunya bapaknya memiliki 7 hektare lahan di Dusun Gilis dan kemudian harus merelakan semua lahan itu digusur untuk dibangun WKO.

Sebagai anak tepi waduk, ia juga punya hobi memancing dan wilayah Boyolayar Sumberlawang menjadi tempat favoritnya. Dari hobinya itu membuatnya banyak berinteraksi dan mengenal warga sekitar Boyolayar.

Hingga sekitar empat bulan lalu, beberapa warga dan tokoh di sekitar Boyolayar mendadak menyampaikan curhat kepadanya.

Baca Juga :  AKBP Piter Yanottama, Putra Magetan yang Pimpin Polres Sragen. Mengaku Suka Sejarah dan Peninggalan Kerajaan

Mereka mengeluhkan sepinya lokasi itu semenjak tutupnya satu-satunya warung apung di wilayah Boyolayar. Sejak tutupnya warung, parkiran menjadi sepi dan tidak ada lagi pemasukan ke desa.

Ustadz Sarwito dan sang istri. Foto/Wardoyo

Termasuk yang paling menyentuh ketika ada pasangan suami istri penyandang disabilitas asal Boyolayar, Mas Di dan Mbak Mar yang harus kehilangan pekerjaan setelah tutupnya warung di lokasi situ.

“Mas Di itu sebelumnya kerja mbakar ikan di warung apung. Nah setelah warung itu tutup dia datang ke saya sambil nangis dan bilang nggak ada kerjaan lagi. Dari situlah hati saya terketuk. Ditambah dukungan tokoh-tokoh agar saya buka warung untuk menghidupkan ekonomi warga, akhirnya Bismillah saya rintis warung apung ini,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (2/5/2021).

Baca Juga :  Lolos 3 Besar, 15 Pejabat Sragen Tinggal Berebut Restu Bupati untuk Duduki Kursi Empuk di 5 Dinas. Satu Dinas Zonk

Dengan dukungan warga dan Pemdes, Sarwito kemudian memberanikan merintis warung apung dan diberi nama Warung Apung Jatisongo A & A. Nama itu diambil dari huruf depan kedua anaknya.

Menurutnya motivasi utama mendirikan warung itu memang lebih karena spontanitas untuk menolong warga sekitar.

Pengunjung menyantap menu lobster dan ikan bakar madu. Foto/Wardoyo

Selain itu, ia berharap dari usaha warung itu bisa menjadi ladang amal dan ajang untuk bersyiar agama kepada masyarakat maupun pengunjung.

Makanya, harga menu yang dipatok juga sangat terjangkau dan jauh di bawah harga warung apung lainnya. Untuk menu ikan bakar madu andalan, hanya dibanderol Rp 50.000 perkilo saja.

Sedangkan lobster asam manis yang menjadi menu khas, juga dibanderol sangat ramah kocek.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua