JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pendekar PSHT Sumberlawang Sragen Ditemukan Bersimbah Darah di Boncengan Motor. Polisi Didesak Segera Usut Pelaku!

Kondisi pendekar PSHT Sumberlawang Sragen yamg ditemukan luka parah di boncengan motor. Foto/Istimewa


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fakta baru mencuat dari kasus dugaan penganiayaan pemuda asal Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, di jalan raya Tlogotirto, Sumberlawang, Selasa (18/5/2021) malam.

Korban yang diketahui bernama Angga (31) ternyata adalah pendekar perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT).

“Benar dia (korban) anggota PSHT,” papar Ketua PSHT Ranting Sumberlawang, Marmin, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (20/5/2021).

Marmin menguraikan dari informasi yang diterimanya, kronologi kejadian memang korban ditemukan bersimbah darah saat membonceng sepeda motor bersama temannya.

Namun apakah korban dikeroyok atau terkena lemparan batu, hal itu yang masih menjadi tanda tanya. Akan tetapi melihat fakta luka parah bagian kepala dan wajah yang dialami korban, ia meyakini pelakunya lebih dari satu.

“Kalau lihat dari lukanya, kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang. Tapi kepastian apakah dilempari batu atau dikeroyok, ini yang masih belum detail. Yang tahu persis Mas Angga (korban). Kita nunggu nanti keterangan dari Mas Angga dulu,” terangnya.

Angga saat ini masih dirawat intensif di RSUD dr Moewardi Solo. Sejak dirawat Selasa (18/5/2021) malam, kondisi korban sudah berangsur membaik.

Marmin menyampaikan pemuda asal Desa Pagak, Sumberlawang itu dilaporkan sudah sadar Rabu (19/5/2021) malam.

Atas kondisi tersebut, pihaknya berharap pihak kepolisian segera mengusut dan menangani kasus itu secara tuntas. Terlebih kasus itu sudah dilaporkan ke Polsek Sumberlawang sesaat usai kejadian.

Baca Juga :  Berkah Idul Adha, SDIT Az Zahra Sragen Bagi Daging Kurban dan 200 Paket Sembako ke Beberapa Desa. Berharap Terus Menebar Manfaat

“Harapan kami polisi segera menangani dan mengusut tuntas. Pelakunya segera bisa ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Angga menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal saat melintas di jalan Solo-Purwodadi tepatnya di depan pabrik garmen CV Agung Perkasa Garmen di wilayah Tlogotirto, Sumberlawang, Selasa (18/5/2021) malam.

Ia ditemukan sudah bersimbah darah saat berboncengan dengan temannya, GAL (22) asal Desa Tlogotirto, Sumberlawang.

Ia mengalami luka parah di bagian mata, wajah dan kepala. Bahkan saking parahnya, wajah korban nyaris tak bisa dikenali.

Diduga kuat, pelaku menganiaya dengan melempar batu berukuran besar ke arah korban saat melintas.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut keterangan saksi, kejadian bermula ketika korban membonceng sepeda motor yang dikendarai GAL.

Semula tidak ada kejanggalan apapun. Baru setelah sampai di lokasi kejadian, mendadak mereka merasakan ada lemparan batu bertubi-tubi.

Saat GAL menengok ke belakang, ia mendapati teman yang diboncengkan sudah bersandar di punggungnya dalam kondisi bersimbah darah.

Melihat itu, ia langsung menghentikan motornya dan meminta pertolongan. Tak lama kemudian datang temannya dan membawa korban ke Puskesmas Sumberlawang.

“Luka korban sangat parah, di bagian mata, wajah dan kepala. Lalu oleh Puskesmas Sumberlawang dirujuk ke rumah sakit RSUD Dr Moewardi Solo,” ujar AG, salah satu teman korban, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (19/5/2021).

Baca Juga :  Sragen Masuk PPKM Level 3, Kapolres Imbau Warga Tak Terprovokasi Ajakan Demo. Dua Provokator Sudah Ditangkap Polda

Kades Pagak, Solekhan membenarkan informasi tersebut. Ia tak menampik memang ada laporan informasi salah satu warganya mengalami luka parah diduga menjadi korban penganiayaan atau kekerasan.

Namun ia masih menelusuri informasi detail perihal kasus penganiayaan yang terjadi.

“Iya benar, tadi barusaja dapat informasi ada warga saya yang dirawat di rumah sakit. Infonya memang begitu (penganiayaan) tapi detailnya bagaimana saya belum tahu,” ujarnya dikonfirmasi Rabu (19/5/2021).

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas, AKP Suwarso membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya saat ini kasusnya masih ditangani oleh penyidik. Wardoyo