JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sempat Dibakar Anaknya, Rumah Mbah Guwo di Teguhan Sragen Akhirnya Bisa Berdiri Lagi Berkat Bantuan Kader PDIP. Tetangga Ungkap Ada 2 Anak Korban Yang Mengalami Gangguan dan Sering Ngamuk

Ketua DPRD Sragen, Suparno (kaos putih) saat meninjau lokasi kejadian kebakaran rumah warga Teguhan siang tadi. Foto/Wardoyo


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rumah Mbah Giyono alias Mbah Guwo (83) warga Kampung Teguhan RT 2 yang ludes dibakar anaknya sendiri, Mulyanto (44) Sabtu (15/5/2021) lalu akhirnya bisa berdiri kembali.

Berkat bantuan salah satu kader PDIP sekaligus Ketua DPRD Sragen, Suparno dan warga sekitar, rumah sederhana milik kakek malang itu sudah pulih dan bisa ditempati.

“Iya kemarin sudah selesai diperbaiki. Kemarin gotong royong warga dan kami bantu. Atap, kerangka kayunya dan tenaganya dari saya, kemudian gentingnya dibantu tokoh masyarakat, pengerjaan gotong royong warga. Alhamdulillah bisa kembali berdiri,” papar Ketua DPRD Sragen, Suparno kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (23/5/2021).

Ia yang tinggal satu RT dengan korban, menuturkan tergerak membantu Mbah Guwo karena kondisi ekonominya memang kurang mampu.

Tidak hanya itu, beberapa anak korban juga mengalami kondisi gangguan kejiwaan. Ada dua anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan dan salah satunya Mulyanto (44) yang kemudian nekat membakar rumahnya itu.

“Kemarin Mas Mul sempat dibawa ke RSJ Solo tapi karena ada luka di kakinya. Setelah itu dibawa pulang kembali. Saat tenaga saya mengerjakan perbaikan rumahnya, dia juga di situ dan malah bilang wah omahku saiki pengkoh banget (rumahku sekarang kokoh banget). Trus tenaga saya berseloroh, aja mbok bong meneh lho Mul (jangan kamu bakar lagi),” ujar Suparno.

Baca Juga :  Banyak Warga Masih Ngeyel, Pemadaman Listrik di Jalur Sragen Kota Diperpanjang Sampai 2 Agustus. Simak Jam Pemadamannya!

Ia menguraikan kondisi gangguan jiwa yang dialami Mulyanto memang sudah lama. Acapkali ada tekanan atau goncangan psikis, yang bersangkutan mengamuk dan kerap membuat ulah.

Tidak hanya menyerang orang yang tidak disukainya, bahkan kadang tindakannya ekstrim. Meski demikian, jika kondisinya normal, pria itu juga bersikap wajar dan bisa diajak komunikasi seperti orang biasa.

“Ya hanya kalau pas kambuh atau ada pemicunya. Kasihan memang. Karena kakaknya yang perempuan juga begitu,” terang Suparno.

Ia berharap dengan sudah diperbaiki, rumah itu bisa kembali ditinggali oleh korban dan keluarganya.

Sementara, salah satu tetangga korban, Santi membenarkan rumah Mbah Guwo sudah diperbaiki berkat bantuan Ketua DPRD dan warga.

Baca Juga :  Kronologi Penyerangan dan Aksi Balas Puluhan Pendekar Pagar Nusa VS PSHT Berujung Perusakan 2 Rumah Warga di Sragen

“Iya kemarin sudah selesai diperbaiki. Yang mbantu Pak Parno dan gotong royong warga. Kasihan kalau melihat, karena di keluarga Mbah Guwo ada 2 anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan. Sudah besar semua, kadang pas kambuh sering ngamuk dan bikin takut warga juga,” tuturnya. Wardoyo