JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sempat Terdengar Beberapa Kali Ledakan Sebelum Gudang Minyak Chelsea, Toko dan Rumah di Ketro Terbakar. Warga Langsung Panik dan Berhamburan, Jalanan Sempat Macet

Warga memadati jalan dekat lokasi gudang minyak dan toko yang ludes dilanda kebakaran hebat di Desa Ketro, Tanon, Sragen, Sabtu (8/5/2021). Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebakaran hebat yang melanda rumah, toko kelontong dan gudang minyak Chelsea di Dukuh Pilangsari RT 31, Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Sabtu (8/5/2021) siang sempat membuat panik warga.

Sebelum api berkobar hebat, sempat terdengar beberapa kali letupan dan ledakan. Diduga kuat, ledakan berasal dari drum-drum berisi minyak yang ada di rumah milik Siswanto, juragan yang menjadi korban kebakaran.

Sedikitnya tiga rumah dan bangunan toko serta gudang usaha milik Siswanto itu ludes dilalap kobaran api.

Menurut keterangan saksi mata, kebakaran memang sempat diwarnai beberapa kali suara ledakan.

“Suaranya keras sekali. Sepertinya dari arah gudang minyak. Tadi beberapa kali ada suara meledak lalu api membumbung tinggi,” papar Yanto (27) salah saksi mata di lokasi kejadian.

Mendengar suara ledakan dan api makin berkobar, warga yang berada di sekitar lokasi, langsung berhamburan. Mereka khawatir api merembet karena kobaran semakin membesar.

Banyaknya warga dan pengendara yang berhenti karena penasaran melihat, sempat memicu kemacetan. Jalan di dekat lokasi serta jalan raya Gabugan sempat diwarnai kemacetan.

Api baru berangsur mereda setelah tiga jam berkobar melahap bangunan rumah, toko serta gudang milik korban.

Tidak hanya, empat orang terluka dalam musibah tersebut. Data yang dihimpun di lapangan, kebakaran terjadi itu pukul 13:24 WIB.

“Benar ada empat korban yang mengalami luka bakar. Saat ini sedang menjalani penanganan intensif di RsUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen,” papar Kapolsek Tanon, AKP Primadhana Bayu Kuncoro, ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (8/5/2021).

Kondisi gudang minyak dan rumah serta toko milik Siswanto di Ketro Tanon Sragen yang ludes terbakar, Sabtu (8/5/2021). Foto/Wardoyo

AKP Bayu menguraikan empat korban itu masing-masing bernama Suwardi (65) dan Samiyem (60) tahun yang merupakan orangtua pemilik rumah.

Kemudian dua anak pemilik rumah, Elricho Pian Helyanto (6) dan Della Rosita Putri (10).

“Kondisinya mengalami luka bakar,” urai Kapolsek.

Informasi yang dihimpun, kebakaran berawal dari rumah bagian belakang (dapur) milik Siswanto. Belum diketahui secara pasti sumber api namun titik terbakar di dapur dan gudang minyak.

Kepala Desa Ketro, Triyanto mengatakan akibat kebakaran ini ada 4 orang keluarga pemilik rumah terluka.

Mereka adalah kakek nenek dan anak pemilik rumah yang belum sempat menyelamatkan diri saat api berkobar.

“Benar, ada yang terluka. Informasinya tadi kakeknya dan anak pemilik rumah terluka. Tapi sudah mendapatkan penanganan,” paparnya ditemui di lokasi kejadian.

Kapolsek AKP Primadhana Bayu Kuncoro menambahkan api pertama kali muncul dari rumah bagian belakang salah satu korban.

Pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara rinci mengingat masih dilakukan evakuasi pemadaman.

“Ada tiga rumah yang ikut terbakar pada kejadian ini. Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan karena petugas saat ini masih melakukan pemadaman,” tuturnya. Wardoyo