JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Untuk Tekan Israel, Muhammadiyah Berharap Indonesia Galang Kekuatan Negara Anggota OKI

ilustrasi agresi militer Israel di Palestina / teras.id
PPDB
PPDB
PPDB

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Agresi militer Israel ke Palestina yang mengakibatkan ratusan korban warga sipil dan tak berdosa, memantik keprihatinan dari PP Muhammadiyah.

Karena itulah, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas berharap Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dapat menggalang kekuatan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menekan Israel menghentikan pendudukan dan serangan ke Palestina.

Anwar mengaku sangat percaya dengan kemampuan dan semangat juang Retno sebagai Menteri Luar Negeri.

 

Sebagaimana diketahui, Menlu Retno sebelumnya memang menyatakan bakal menghadiri rapat virtual pertemuan darurat tingkat Menlu OKI atau Open-Ended Emergency Meeting OIC (Organization of Islamic) Executive Committee pada Minggu (16/5/2021).

“Saya sangat berharap Ibu Menlu dapat mendorong persatuan dan kesatuan di kalangan negara-negara OKI sehingga Israel menghentikan pencaplokan tanah-tanah dari rakyat Palestina dan menghentikan segala tindakan biadab yang dilakukannya tersebut,” kata Anwar ketika dihubungi Tempo, Sabtu (15/5/2021).

Anwar mengatakan, sebagai menteri luar negeri, Retno tentu sangat memahami ideologi bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Yakni bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas bumi harus dihapuskan. Ia menyebut Israel telah jelas-jelas menjajah tanah dan rakyat Palestina.

Israel, kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini, juga telah menembaki rakyat Palestina termasuk perempuan dan anak-anak.

Anwar mengatakan tindakan tersebut jelas tak lagi sesuai dengan prinsip perikemanusiaan dan perikeadilan.

Jika Israel tetap tak mendengar dan mengindahkan serta tetap bersikap keras kepala, Anwar berharap negara-negara Islam bersatu dan menyerang Israel dengan memboikot perekonomian negara tersebut.

Ia menilai cara ini dapat membuat Israel bertekuk lutut dan mau mematuhi keputusan-keputusan lembaga internasional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

“Saya melihat Israel ini sudah terlalu sombong, arogan, dan menganggap dirinya kuat. Oleh karena itu mereka terlihat secara jelas tidak mau mendengar suara kebenaran yang disampaikan oleh negara-negara lain,” kata Anwar.

Menurut Anwar, sikap Israel tersebut jelas tak bisa diterima karena sangat berbahaya dan akan mengganggu stabilitas kawasan serta dunia. Maka, ia berpendapat dunia harus berusaha untuk menghentikannya meskipun negara-negara Islam harus menyelesaikannya melalui perang.

“Perang di sini tujuannya adalah jelas-jelas untuk menghentikan praktik penjajahan yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina yang benar-benar sudah tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan,” kata Anwar.

Israel terus memborbardir jalur Gaza dengan serangan udara dan tembakan meriam pada Sabtu ini. Serangan ini menewaskan sejumlah perempuan dan anak-anak di kamp pengungsian. Dilansir dari Aljazeera, hingga Sabtu pagi, setidaknya 137 warga Palestina, termasuk 36 anak-anak terbunuh dan 920 terluka sejak dimulainya serangan pada Senin lalu. #tempo.co