JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ada Klaster Kudus dan Klaster Perkantoran di Inspektorat dan Bappeda Litbang, Bupati Wonogiri Sebut Keterisian Tempat Tidur di RS Alias BOR Sangat Aman

Penyemprotan disinfektan di Wuryantoro Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri


WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Saat ini sedikitnya ada dua klaster persebaran COVID-19 aktif di Wonogiri. Yakni klaster perjalanan dari Kudus dan klaster perkantoran.

Sebagian besar warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari kedua klaster tersebut menjalani isolasi mandiri, bukan di rumah sakit. Lantaran itu Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyebutkan BOR (bed occupancy rate/keterisian tempat tidur) di rumah sakit masih aman.

“BOR kita di angka 55,6 persen masih sangat aman. Sebab, sampel swab yang belum keluar tinggal ada lima. Kalau sampel yang kita tunggu hasilnya ada ratusan mungkin agak riskan, tapi ini kita tinggal menunggu lima sampel,” kata pria yang akrab disapa Jekek ini, Jumat (11/6/2021).

Berdasarkan data, ada 216 tempat tidur isolasi COVID-19 di sejumlah rumah sakit di Wonogiri. Dari jumlah itu 120 di antaranya terpakai. Masih ada 96 tempat tidur isolasi Covid-19 yang belum terpakai.

Berdasarkan data yang dilansir dari website resmi Pemkab Wonogiri, hingga Kamis (10/6) pukul 21.00 tercatat ada penambahan 87 kasus terkonfirmasi positif korona. Dengan begitu, secara kumulatif ada 4.922 kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

Baca Juga :  Info Slur, Jalan Ahmad Yani RM Said Hingga Ir Soekarno Masih Ditutup Loh Saat PPKM Diperpanjang Lagi Sampai 2 Agustus

Terdapat 389 kasus aktif di Wonogiri. Rinciannya, 140 orang menjalani rawat inap di rumah sakit dan 249 menjalani isolasi mandiri. Pasien yang sembuh ada 4.253 orang dan 280 orang meninggal dunia.

Bupati Wonogiri mengatakan ada penambahan 87 kasus terkonfirmasi positif korona di Wonogiri. Angka itu didapat setelah hasil tes swab yang dilakukan pada 243 spesimen keluar.

“Spesimen itu sisa dari tracing selama Syawalan kemarin. Termasuk juga tracing kasus di Baturetno kemarin,” kata dia.

Meskipun terjadi penambahan kasus yang cukup banyak, Bupati menuturkan penanganan COVID-19 di Kota Sukses masih terkendali.

Saat ini pihaknya fokus melakukan langkah terstruktur dalam menangani klaster yang ada. Salah satunya adalah melakukan isolasi lokal di Dusun Gedawung Desa Saradan Kecamatan Baturetno. Dusun ini paling banyak terpapar virus Corona dari klaster perjalanan Kudus, serupa dengan tiga dusun di Desa Ketos, Kecamatan Paranggupito.

Selain itu, ditemukan klaster penyebaran Corona di perkantoran seperti di Inspektorat dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda & Litbang) Wonogiri. Atas kondisi itu, diambil kebijakan khusus.

Baca Juga :  Jangan Coba-coba! Pelaku Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Wonogiri Dipastikan Dituntut Berat oleh Kejaksaan, Simak Juga Kinerja Kejari Tahun ini

Menurut Jekek, di Inspektorat ada tiga pegawai yang terpapar korona, sementara di Bappeda & Litbang ada dua pegawai. Namun, untuk kepastiannya dia masih menunggu laporan lebihlanjut. Dua kantor itu menerapkan kebijakan WFH (work from home). Aris