JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Hasil Rekonstruksi: Pembunuh Pendekar Muda PSHT Lepas Kontrol Akibat Miras. Dimungkinkan Jumlah Tersangka Bertambah

Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Ajar Waskito / Foto: Beni Indra


KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM Misteri pembunuhan Ridwan (19), warga Desa Kwangsan, Jumapolo, Karanganyar jasadnya ditemukan di bawah jembatan Mranten, Jumantono Karanganyar beberapa waktu lalu, akhirnya terungkap.

Hasil rekontruksi oleh Satreskrim Polres Karanganyar menungungkapkan, sebelum mengeroyok, pelaku sempat minum-minuman keras di sebuah warung di TKP kawasan Jungke, Karanganyar kota.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Ajar Waskito mengatakan sebenarnya pelaku hanya ingin memberi pelajaran terhadap almarhum karena kesal dituduh sebagai penjual pil koplo.

Namun karena pengaruh Miras, akhirnya pelaku lepas kontrol. Dibantu satu temannya, ia  mengeroyok korban hingga akhirnya meninggal dunia.

Sedangkan dua pelaku lainnya tidak terlibat aktif melakukan pengeroyokan. Namun ikut membantu membuang jenazah dan membawa sepeda motor korban untuk di buang di bawah Jembatan Mranten, Jumantono, Karanganyar.

“Iya sebenarnya tidak ada niatan membunuh, Tapi karena pengaruh alkohol akhirnya lepas kontrol,” tandasnya, Rabu (16/6/2021).

Wakapolres menjelaskan, atas dasar fakta tersebut polisi belum bisa menjerat pada pasal perencanaan pembunuhan.

Baca Juga :  Konvoi Hendak Tawuran, Puluhan Pendekar PSHT Karanganyar Ditangkap Polisi

Namun lebih pada Pasal pengeroyokan, yakni Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Akan tetapi, semua itu tergantung pengembangan penyidikan dan jika ditemukan mengarah perencanaan maka juga akan dijerat dengan pasal perencanaan tersebut.

Bahkan Wakapolres menegaskan tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka baru diluar empat orang Tersangka yang sudah diamankan.

“Kasus ini nasih terus dalam penyidikan sehingga tidak tertutup kemungkinan hasil pemeriksaan bisa bertamba Tersangka baru,” serunya.

Apalagi saat ini penyidik juga masih menunggu hasil otopsi pembongkaran kuburan beberapa waktu lalu.

Hasil otopsi juga sangat berpengaruh terhadap penyidikan pengungkapan secara tuntas kasus pembunuhan Ridwan (19) pendekar muda PSHT tersebut.

Sebagai informasi Ridwan (19) pendekar muda PSHT asal Desa Kwangsan, Jumapolo, Karanganyar itu  dibunuh oleh empat orang temannya setelah dieroyok di kawasan Jungke Karanganyar Kota.

Selanjutnya, mayat Ridwan dibuang di bawah Jembatan Mrantan, Jumapolo yang berbatasan dengan wayah Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Baca Juga :  Nekat Nanggap Hiburan, Pesta Hajatan Oknum Perangkat Desa di Karanganyar Ambyar Dibubarkan Paksa Satpol PP dan Satgas. Perangkat Desanya Diserahkan ke Kejaksaan untuk Dibina

Pembuangan mayat korban bersama   sepeda motor skupy dimaksudkan untuk mengelabuhi polisi bahwa seakan Ridwan merupakan korban kecelakaan lalu-lintas dan bukan korban pembunuhan.

Namun upaya itu gagal dan akhirnya terungkap korban dibunuh di kawasan Jungke, Karanganyar. Beni Indra