JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mbledos Lagi Klaster Ibadah di Colomadu, Karanganyar! Sebanyak 87 Warga Positif Covid-19

Satpol PP ketika melakukan supervisi klaster / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Sebanyak 87 warga Desa Paulan, Colomadu, Karanganyar, Jateng diketahui positif Covid-19. Diduga kuat, Klaster tersebut berasal dari masjid sehingga perlu perhatian khusus agar tidak menyebar namun ibadah tetap berjalan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Satpol PP Pemkab Karanganyar Yophi Eko Jati Wibowo saat melakukan supervisi di Kecamatan Colomadu, Sabtu (12/6/2021).

“Ya benar sebanyak 87 warga Desa Paulan positif covid pekan lalu dan sekarang Desa Pailan dilakukan lockdown seperti yang terjadi di Ngadiluwih, Jumantono,” ungkapnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (13/6/2021).

Menurut Yophie jumlah tersebut tersebar divwilayah Paulan Timur dan Paulan Barat, serta di beberapa perumahan yang ada di kawasan tersebut berdasar hasil tracing yang dilakukan secara bertahap sejak tanggal 3 Juni lalu.

Adapun perinciannya dari jumlah tersebut, enam orang menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit, sedangkan lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah, dengan pengawasan ketat.

Baca Juga :  Kasus Amplop Bansos di Karanganyar Ditumpangi Nama Bupati dan Istri, Siap-Siap 2 Pihak Bakal Diperiksa. Bobby Sentil Jangan Diganduli Kepentingan!

“Tidak ada korban meninggal dunia bahkan dua orang sudah dinyatakan sembuh pada 11 Juni.

Untuk itu Yophie meminta Camat setempat selaku ketua gugus Covid-19  kecamatan agar aktif melakukan supervisi di Desa Paulan guna melakukan pantauan up date setiap hari.  Diakui Yophie lonjakan kasus di Paulan tak lepas dari adanya warga yang tak taat protokol kesehatan (prokes) sehingga berdampak fatal.

“Karena ada 28 rumah warga terkena covid maka kami minta setiap hari didatangi dan dipantau,” ujarnya.

Adapun terkait salah sati  masjid di Paulan  yang diduga tempat terjadinya penyebaran Covid-19, Yophie meminta agar masyarakat benar-benar taat prokes agar tidak menyebar.

Yophie meminta marbot masjid dan takmir masjid di Desa Paulan bisa mematuhi protokol kesehatan karena faktanya jelas Klaster itu adalah Klaster ibadah.

Baca Juga :  40 Pendekar PSHT Karanganyar Ditangkap, Polisi Ungkap Ada Ajakan Tawuran!

“Kami mohon dengan sangat silahkan ibadah tapi penerapan prokes mutlak harus dilakukan agar semua aman dan nyaman,” tuturnya. Beni Indra