JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sragen Zona Merah, Bupati Perintahkan Bangsal-Bangsal Perawatan Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Negeri dan Swasta Dibuka Lagi dan Ditambah. Vaksinasi Diminta Dipercepat!

Ilustrasi penanganan pasien covid-19 saat simulasi di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Status zona merah covid-19 dan angka kasus positif yang kembali menanjak, membuat Pemkab Sragen mengambil langkah cepat.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menginstruksikan rumah sakit negeri dan swasta kembali menyiapkan bangsal-bangsal perawatan pasien covid-19 yang sempat ditutup.

Instruksi itu menyusul lonjakan pasien positif terpapar covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.

“Kita mempersiapkan rumah sakit karena ada lonjakan tinggi. Kemarin beberapa bangsal di RSUD Soehadi Prijonegoro ditutup dan sekarang harus dibuka, disiapkan kembali untuk antisipasi,” paparnya kepada wartawan, Selasa (1/6/2021).

Bupati menyampaikan saat ini angka kasus dan keterisian bed untuk pasien covid-19 merangkak hingga angka 66 persen.

Kebutuhan bed minimal 60 persen dari total bed yang ada untuk penanganan pasien covid-19 di RSUD. Tak hanya rumah sakit negeri, yang swasta pun juga diimbau menambah jumlah.

“Percepatan vaksinasi setiap hari vaksinasi terus kita lakukan. Dan selalu gerak terus setiap hari. Cuma masalahnya tidak setiap saat vaksin tersedia setiap ada,” jelasnya.

Bupati menyampaikan lonjakan pasien sebenarnya sudah diprediksi 2 minggu pasca lebaran 2. Guna menekan, selama dua pekan ini Pemkab serius melakukan antisipasi.

Salah satunya dengan melakukan swab acak di setiap perhelatan masyarakat dan memberi sanksi pembubaran bagi yang ditemukan kasus positif.

“Itu juga memberikan efek jera dan juga memberikan dampak yang positif. Karena setelah itu proses tidak hanya sekedar tertulis di dalam tulisan saja dilakukan, itu harapan kami,” tandasnya. Wardoyo

Sementara sampai hari ini, Selasa (1/6/2021) total kasus positif di Sragen sudah mencapai 7.513 kasus. Rinciannya 309 masih dirawat, 6776 pasien sembuh dan 428 meninggal dunia.

Hingga hari ini jumlah total warga yang meninggal sudah meroket mencapai 520 orang.

Dari 520 orang meninggal itu, rinciannya 88 suspek, 428 positif, 1 ODP asal Jati Sumberlawang, 1 PP balita asal Kedawung dan satu pasien positif sembuh lalu meninggal asal Sribit Sidoharjo.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto sangat berharap warga makin waspada dan menaati protokol kesehatan. Yakni rajin mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan. Wardoyo