JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sudah 9 Hari Hilang Misterius, Keberadaan Asih Dewi Si Penjual Siomai Cantik asal Sukodono Sragen Belum Juga Ketemu. Keluarga Masih Terus Berharap Segera Ditemukan

Wajah Asih Dewi Lestari, Mama muda asal Sukodono Sragen yang dilaporkan hilang misterius sejak 4 hari lalu. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Kasus penjual siomai goreng bernama Asih Dewi Lestari (25) yang dilaporkan hilang misterius sejak Rabu (26/5/2021) hingga kini masih menyisakan misteri.

Sudah 9 hari berlalu, hingga kini keberadaan ibu dua anak yang dikenal berparas cantik itu belum juga ada tanda-tanda ditemukan.

“Sampai hari ini belum ada kabar. Kami hanya berharap semoga bisa segera ditemukan dan pulang salam kondisi selamat. Kasihan keluarga, terutama Simbah dan anaknya nangis terus mencari Dewi,” papar tokoh masyarakat sekaligus tetangga korban, S. Jadi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (4/6/2021).

Jadi mengungkapkan keluarga meyakini Asih hilang karena korban tindak kejahatan gendam atau hipnotis.

Advertisement

Sebab selama ini, wanita yang dikenal baik hati hingga banyak pelanggan itu dikenal tak neko-neko.

“Keluarga meyakini itu bukan kehendak Dewi (Asih). Seperti kena gendam atau hipnotis. Karena selama ini dia jualan siomainya memang laris dan banyak pelanggan. Kebetulan orangnya cantik juga baik hati. Dia nggak ada masalah apapun dengan keluarga dan siapapun,” terangnya.

Kecurigaan digendam itu juga diperkuat dari kejanggalan yang dirasakan saat hari kejadian. Sebab Asih diketahui pergi tanpa membawa pakaian atau barang apapun.

Kemudian yang bersangkutan juga membawa HP berikut dusbooknya. Saat mencoba dihubungi, nomor HP dan WA-nya sudah tidak aktif.

Baca Juga :  Bikin Haru, Istri Kabur dan Ngotot Minta Cerai, Suami Penjual Siomai Cantik Sampai Rela Bawa Anaknya Kerja Nyopir Luar Kota. Alasannya Sungguh Menyayat Hati

“Kemungkinan sudah diganti dengan nomor baru,” terang Jadi.

Sejak ditinggal pergi ibunya, dua anaknya yang masih kecil dilaporkan terus menangis. Tidak hanya itu, neneknya juga dikabarkan juga menangis serta berharap Asih segera ditemukan.

“Tadi sore kami ke rumahnya, kondisi keluarga sangat memprihatinkan. Saya sampai nggak tega melihatnya. Kedua anaknya yang masih kecil nangis nyari dan nanyakan ibunya. Apalagi tiap malam mau tidur mesti nangis mencari ibunya,” papar tokoh masyarakat sekaligus tetangga korban, S. Jadi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (30/5/2021).

Suami Asih dan kedua anaknya. Foto/Wardoyo

Jadi menuturkan sejak hilang misterius Rabu (26/5/2021) pagi, hingga kini Asih belum diketahui keberadaannya. Pencarian terkendala karena nomor HP maupun whatsapp sudah tidak bisa dihubungi dan dikontak lagi.

Terlebih saat pergi, wanita berparas cantik itu juga tak pamit dan tidak ada pesan apapun.

“Sudah lima hari belum ada kabarnya. Anaknya kan 2 dan di rumah sama simbahe. Tadi malam simbahe pesan ke suami Dewi (Asih) pesene ngko nek muleh aja mbok pegat yo le. Pesen gitu sambil nangis. Dijawab sama Mas Dwi (suami Asih) nboten Mbah tetep kula tampi, kula trima kok. Kula yakin niki Dewi nembe lali. Lihat itu, saya trenyuh dan mbrebes sendiri Mas,” tuturnya.

Jadi menjelaskan dirinya juga berjibaku ikut membantu pencarian. Dua hari lalu, membantu mencari ke kos-kosan di belakang UNS dan Hotel Loji Solo karena ada informasi itu.

Baca Juga :  Innalillahi, Kades Singopadu Sragen Meninggal Dunia Didera Stroke. Sempat Terapi Syaraf di Klaten

Namun juga tidak ada. Hari ini, Minggu (30/5/2021) dirinya bersama sang suami juga mencari ke Tawangmangu Karanganyar.

Tidak hanya itu, puluhan pemuda karang taruna juga terus membantu mencari setiap ada informasi yang mengarah keberadaan Asih.

“Ini bentuk solidaritas karena Mas Dwi itu pemuda yang rajin dan sregep. Makanya pemuda karang taruna berempati dan ikut membantu nyari,” jelas Jadi.

Selain siap menerima, sang suami juga menyampaikan pesan mengharukan. Dia hanya berharap istrinya bisa segera pulang kembali berkumpul keluarga.

Sebab ia meyakini apa yang dialami istrinya saat ini, bukan kehendak istrinya.

“Suaminya yakin itu bukan kehendak Dewi. Seperti kena pengaruh nggak wajar. Karena semua tahu, Dewi itu orangnya baik dan nggak neko-neko serta baik hati. Suaminya bilang sangat sayang Dewi, bahkan dia rela kerja merantau di Jakarta juga untuk menyenangkan Dewi. Kerjaannya juga lumayan sukses, sudah bisa beli 2 motor baru,” tutur Jadi.

Di bagian akhir, Jadi berharap dan berdoa Dewi segera tersadar dan sesegera mungkin kembali kepada keluarga. Sebab keluarga dan anak serta neneknya sudah sangat merindukan kehadirannya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua