JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

10 Pendekar IKSPI Sragen Resmi Ditetapkan Tersangka Tapi Tidak Ditahan. Aktor Penggeraknya Masih Diusut!

Aksi massa berkonvoi dan membakar flar serta mbleyer motor terpantau di perempatan Gabugan, Tanon, Sabtu (10/7/2021) malam. Foto/Istimewa


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 10 pendekar dari perguruan silat IKSPI Sragen akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus konvoi di tengah PPKM Darurat, Sabtu (10/7/2021) malam lalu.

Meski demikian, untuk sementara mereka tidak dilakukan penahanan. Hal itu karena 10 tersangka itu masih di bawah umur.

“Tersangka ada 10 orang. Sementara posisi mereka tidak ditahan karena di bawah umur semua,” papar Kasat Reskrim AKP Guruh Eddy Bagus Suryana, melalui telepon saat dihubungi wartawan.

Baca Juga :  Bupati Sragen Blak-Blakan Nggak Happy, Instalasi OG Rp 6,4 M di RSUD Molor Parah. Dinantikan Saat Situasi Gawat, Baru Selesai Ketika Kondisi Landai

Menurutnya, 10 remaja itu ditetapkan tersangka karena melanggar aturan. Dari aksi konvoi pada malam hari yang memicu kerumunan dan keresahan warga itu, polisi menjerat mereka dengan dua pasal.

Advertisement

Yakni pasal 93 Undang-Undang Karantina dan pasal 14 junto pasal 5 Undang-Undang Wabah.

Baca Juga :  Update Covid-19 Sragen, Tambah 11 Kasus Baru, 1 Meninggal Dunia dan 9 Isolasi Terpusat

Aksi konvoi sembari membakar flare itu dinilai juga sebagai bentuk pelanggaran dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Menurut Kasat, 10 remaja itu berperan melakukan konvoi dan membakar flare serta membawa bendera.

Perihal pernyataan Kapolres bahwa kasus itu akan tetap ditarik ke atas untuk mengetahui aktor penggeraknya, ia membenarkan.

Halaman:   1 2 3 Semua