JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Banyak Keluhan Masyarakat, Penutupan Ruas Jalur Utama di Karanganyar Ditambah Satu Lagi. Total Ada 4 Jalur Ditutup 24 Jam Mulai Hari Ini, Simak Lengkapnya


KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penutupan ruas jalan di Kabupaten Karanganyar, Jateng meluas ke empat titik vital jalur antar kota atau kabupaten.

Jika sebelumnya hanya tiga ruas jalur besar, kali ini Polres memutuskan menambah lagi satu jalur yang ditutup.

Penutupan sudah diberlakukan mulai Rabu (14/7) sampai berakhir PPKM darurat pada 20 Juli mendatang.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Sarwoko mengatakan empat titik vital tersebut Flyover Palur di Jaten, simpang empat Sroyo di Kebakkramat, dan dua simpang empat di Colomadu yakni di depan Polsek dan depan Hotel Alana.

“Ini yang ditutup ruas jalan vital. Penutupan mulai hari ini pukul 09.00 WIB selama 24 jam. Sampai PPKM darurat berakhir,” paparnya kepada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Kasat menguraikan penutupan meliputi di jalur Flyover merupakan akses utama dari Solo ke Karanganyar.

Kemudian di Sroyo, akses utama jalan raya dari Solo ke Sragen atau Ngawi (Jatim). Lalu persimpangan di Colomadu itu akses utama dari Boyolali atau Yogya ke Solo lewat jalan raya,” katanya kepada wartawan di sela pemasangan barikade di Flyover Palur.

Kasat menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, terutama pengguna jalan. Blokade di titik vital itu memang sengaja dilakukan untuk menghalangi mobilitas masyarakat.

Akan tetapi semua itu dilakukan semata-mata demi membatasi pergerakan selama berlangsung PPKM darurat, 3-20 Juli 2021.

Baca Juga :  Ramai Dugaan "Pembegalan" Label Bansos Rp 300.000 di Karanganyar. Duitnya dari Baznas Tapi Amplopnya Oh Tertulis Nama Bupati dan Istri

Berdasarkan hasil evaluasi tim, perlu dilakukan upaya lebih masif untuk lebih menekan mobilitas warga. Sebelumnya, penutupan jalan seharian penuh hanya di ruas Jl Lawu mulai Papahan sampai simpang empat pegadaian.

Namun ternyata keramaian kendaraan justru kentara di empat ruas vital tersebut.

“Mohon maaf. Coba tolong dipahami ini semuanya bertujuan mengurangi mobilitas kendaraan. Mudah-mudahan dengan ikhtiar dan keikhlasan kita, bisa memutus rantai penularan Covid-19,” katanya.

Kendaraan dengan keperluan esensial dan krusial tetap berhak lewat di ruas jalan terlarang itu. Misalnya ambulans membawa pasien, truk pengangkut BBM, armada distribusi oksigen medis dan sebagainya.

Sarwoko meminta masyarakat yang menggunakan jalur alternatif, supaya ekstra waspada. Sebab diprediksi terjadi penumpukan arus di sana.

Satlantas mempertimbangkan sejumlah ruas jalan tetap dibuka untuk rute alternatif.

“Seperti di persimpangan botol. Dari Jurug berbelok ke kiri menuju Terminal Palur (Jl Mojo) boleh lewat. Dari simpang botol lurus ke samping flyover menuju Sroyo juga boleh. Kalau samping Flyover dari arah Solo ditutup, dikhawatirkan terjadi macet parah di ruas Jl Mojo. Sebab di sana ada pasar juga,” katanya.

Sedangkan dari Karanganyar ke Solo, tetap bisa lewat di samping bawah Flyover di sisi selatan. Namun, ia mengingatkan supaya pengguna jalan berhati-hati menyeberangi rel.

Baca Juga :  Usai Jadi Bulan-Bulanan, Bansos Rp 300.000 untuk PKL Karanganyar Langsung Berubah. Dibagikan dalam Amplop Polos, Tak Lagi Pakai Embel-Embel Nama Bupati dan Istri

Guna memudahkan mengatur lalu lintas di sekitar Flyover, ia memindah pos jaga aparat dari sebelumnya di simpang botol ke bawah Flyover.

Sarwoko tak menampik adanya beragam reaksi kurang setuju dari masyarakat terkait penutupan ruas jalan vital di Karanganyar. Beragam reaksi muncul dari media sosial maupun saluran lainnya.

“Banyak sekali komentar di medsos terkait penutupan jalan. Karakter masyarakat kita memang seperti itu. Ini menimbulkan pro kontra. Namun kita yakin dengan melibatkan unsur lainnya, suntikan semangat dan dukungannya membuat pantang menyerah,” katanya. Wardoyo