JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Ini Penyebab Virus Corona Varian Delta Lebih Cepat Menular Ketimbang Varian Wuhan Versi Ahli

ilustrasi virus Corona varian Delta / pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Istilah Covid-19 varian delta memang sudah tak asing lagi di telinga kita. Tapi apakah benar seberbahaya berita yang sering kita dengar?

Penjelasan dari dokter RA Adaninggar ini dapat memberikan gambaran lebih jelas. Menurutnya, virus Corona varian Delta ini memiliki viral load 1.000 kali lebih tinggi dari varian Wuhan di awal 2020.

Viral load mengacu pada tingkat replikasi virus dalam tubuh, yang dapat diukur dalam sampel darah serta swab dari hidung maupun tenggorokan.

Karena viral load virus Corona varian Delta jauh lebih tinggi, jelas Adaninggar, maka masa inkubasi virus tersebut juga lebih cepat.

Jika varian Wuhan masa inkubasinya paling lambat sekitar 14 hari, maka varian Delta hanya sekitar 3-4 hari saja.

Viral load yang lebih tinggi ini memiliki konsekuensi, jika seseorang terpapar virus, maka orang tersebut akan lebih mudah menularkan ke banyak orang.

Selain itu, gejala yang diderita juga lebih berat serta lebih cepat terdeteksi dengan PCR.

Dokter yang kerap disapa dokter Ning ini bersama rekannya, Riza Putranto, selain menjelaskan bahaya covid varian Delta, juga memberikan tips untuk menghadapinya.

Hal yang terpenting yaitu, harus diutamakan untuk meminimalkan jumlah virus yang masuk ke tubuh.

Caranya, masyarakat dapat meng-upgrade masker dari yang sebelumnya masker masih belum menutup rapat, harus diganti dengan KF94 atau dengan mendobel pemakaian masker agar filtrasi maksimal.

Baca Juga :  Turunkan Kolesterol dengan Minuman Herbal Ini

“Mari semua, kita kembali fokus untuk menekan penularan, bukan hanya pengobatan saja,” tulis dokter asal Surabaya itu  melalui instagramnya pada Senin, (12/7/2021).

Kemudian harus dipastikan, ruangan yang kita tempati memiliki ventilasi yang baik serta hindari masuk ke ruangan tertutup dan banyak orang. Jika terpaksa berada di ruangan tertutup, maka harus dipastikan masker benar-benar rapat.

Hal yang penting, tetapi sering diabaikan oleh masyarakat yaitu jangan berkerumun, walau sedang di tempat terbuka.

Akhir-akhir ini, banyak ditemui antrean yang walau berada di tempat terbuka, masih berkerumun. Hal itu harus dihindari.

Selanjutnya, mari kita perkuat imun dengan melaksanakan pola hidup sehat serta jangan takut vaksin.

Dokter Ning juga ikut menyikapi kasus-kasus hoax terkait covid yang sedang panas diperbincangkan akhir-akhir ini.

Dia mengingatkan bagi masyarakat agar selalu meng-update ilmu dari para ahli serta jangan mudah percaya hoax, apalagi ikut menyebarkannya.

“Di saat masyarakat Indonesia malah masih ada yang percaya terhadap ahli-ahli dadakan covid, yang bilang covid ga ada lah, yang bilang covid konspirasi lah, yang meninggal bukan karena covid lah, ehhh si virus mah ga peduli. Dia sih mutasi-mutasi aja terus,” tulisnya.

“Semakin anda menyepelekan, semakin anda percaya HOAX, anda akan jadi korban seleksi alam ini. Sy sih ga mau. Sy diberi otak kok oleh Tuhan untuk berpikir bagaimana cara melindungi diri dan bertahan hidup. Anda mau ikut saya?? Yuk lawan hoax, tingkatkan literasi buka mata bahwa COVID itu ancaman nyata di depan kita,” ajak pemilik akun @drningz tersebut kepada followersnya.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Harus Hindari Obat-obat Ini

Sebagai penutup, dokter yang sering berbagi tips seputar covid ini menulis “no one safe until everyone is safe” (tak ada seorangpun yang aman sampai semua orang sudah aman(dari virus) “we’re on this together” (kita menjalani (pandemi ini) bersama-sama) “Tanpa kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah, kita tidak akan bisa mengalahkan pandemi ini” pungkasnya. Elysa Indriyani