JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Kasus Terbunuhnya Nenek Mraje di Boyolali, Saksi Minim, Ciri Pelaku Masih Kabur

Polisi melakukan olah TKP penganiayaan nenek Mraje / Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Minimnya saksi menjadi penyebab polisi sulit mendalami kasus penganiayaan nenek Mraje (65) yang akhirnya tewas pada Sabtu (17/7/2010).

“Kasus ini masih terus kami dalami,” ujar Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, Minggu (18/7/2021).

Kapolres mengakui, hingga kini belum ada perkembangan terkait kasus tersebut. Ciri-ciri pelaku penganiayaan nenek asal Dukuh Temon Rejo Rt 1 Rw 6, Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo, Boyolali itu juga masih kabur.

“Memang belum ada perkembangan signifikan. Penyebabnya, lokasi penganiayaan yang berada di tengah ladang serta minim saksi,” ujarnya.

Terkait apakah pelakuny hanya satu orang atau lebih, Kapolres belum bisa memastikan. Sementara dari hasil keterangan para saksi, korban juga tidak ada masalah dengan orang lain. Sehingga motif pelaku melakukan penganiayaan masih belum diketahui.

Baca Juga :  500 Pedagang Pasar Sunggingan, Boyolali Divaksin Covid-19

Seperti diberitakan, nasib nahas dialami Mraje (65), nenek asal Dukuh Temon Rejo RT 1 RW 6, Desa Tambak, Kecamatan Mojosongo. Dia tewas setelah dianiaya orang tak dikenal saat mencari rumput di ladangnya, pada Sabtu (17/7/2021) pagi.

Awalnya korban hendak mencari pakan ternak pukul 10.00 di ladang yang masuk Dukuh Kebonrejo RT 1 RW 6, Desa Tambak.

Sekitar pukul 10.30 terdengar korban berteriak minta tolong. Warga kaget mendapati korban tergeletak dengan luka bersimbah darah.

Oleh warga, korban sempat dibawa ke rumahnya. Namun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Pandan Arang (RSUPA) guna mendapatkan perawatan. Sayang, korban akhirnya meninggal dunia pada pukul 14.00. Waskita